Dispar DIY Dorong Desa Wisata Berstandar Internasional

user
ivan 06 April 2018, 21:19 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Dinas Pariwisata (Dispar) DIY terus mendorong pengelola desa wisata untuk mendasain kawasan wisata berstandar ASEAN. Sehingga bidikan pasar desa wisata tidak sebatas level dalam negeri, tetapi merambah pasar ASEAN dan bahkan dunia. Oleh karena itu Dispar DIY terus menggencarkan perlombaan desa wisata dan lomba homestay tingkat DIY.

“Perlombaan ini  agar desa dan homestay di DIY sesuai dengan standar CBT, sehingga  kedepan memang sudah layak untuk ditawarkan ke mancanegara,” ujar  Kepala Seksi Kelembangan Bidang Pengembangan Kapisatas Dispar DIY, Dra Titik Sulistiyani disela penilaian lomba desa dan homestay di Dusun Cempluk Desa Mangunan Dlingo Bantul, Jumat (06/04/2018).

Dalam penilaian itu terdapat beberapa juri diantaranya Drs Octo Lampito MPd (Pemred Kedaulatan Rakyat). Dalam acara itu juga dihadiri, anggota Komisi D DPRD Bantul, Suratman, Asek I Bidang Pemerintahan Pemkab Bantul, Bambang Guritno SH, Kepala Dinas Pariwisata Bantul, Drs Kwintarto Heru P SSos, Camat Dlingo Jati Bayu Broto, Komandan Koramil Dlingo Kapten CZI Pangestu.

Titik mengatakan, dalam penilaian itu  mengacu standar CBT ASEAN.  Sehingga kedepannya sudah mampu untuk bersaing secara global. Oleh karena peserta memang dituntut untuk benar-benar mempersiapkan sesuai ketentuan. “Ada beberapa aspek penilaian mendasar diantaranya, kepemilikan legalitas lembaga serta keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan desa wisata itu,” ujarnya.

Karena paling utama dalam pengembangan desa wisata ialah mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artinya masyarakat bisa merasakan langsung efek dari keberadaan desa dan homestay itu sendiri.

Selain fokus pada  pengoptimalan  potensi wisata baik seni, budaya dan alam. Pengelola juga harus punya komitmen menjaga bangunan homestay tidak keluar dari nilai-nilai tradisi.

Sementara dalam lomba tersebut diikuti 15 peserta desa wisata, demikian juga dengan lomba homestay. Setelah grand final 23 April akan diambil dua terbaik sesuai kategori untuk menjadi wakil DIY dikancah nasional.

Sementara Ketua Pengelola Tapak Tilas Sultan Agung Cempluk , Suhardi mengatakan juri juga melihat kerajinan kerangka keris, homestay Nara milik Poniran Cermo Broto, objek wisata Watu Mabur. (Roy)

Kredit

Bagikan