Disperindag DIY Jamin Tak Ada Penimbunan Beras

user
ivan 03 April 2018, 12:15 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Harga komoditas cabai, bawang putih dan daging di DIY diprediksi tinggi jelang puasa dan usai lebaran tahun ini. Pemda DIY berupaya untuk menjaga stok atau pasokan komoditas. Namun pengendalian harga masih cukup sulit untuk mematok harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET), khususnya untuk beras medium.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Tri Saktiyana mengatakan, aturan HET hanya sebagai patokan semata. Apabila harga beras medium di sejumlah pasar tradisional di DIY masih tinggi, maka acuannya tetap menggunakan patokan harga beras dari pemerintah pusat tersebut. Aturan HET beras medium dipatok sebesar Rp 9.450/kg, namun harga beras medium di DIY dikisaran Rp 10.500/kg saat ini.

”Sejauh produksi beras kita belum benar-benar tinggi, agak sulit menurunkan harga beras medium di DIY sesuai dengan atau di bawah aturan HET beras tersebut,” ujarnya.

Sakti mengakui, Dinas Pertanian telah menyampaikan terjadi panen padi cukup tinggi memasuki April 2018. Apabila volumenya memang mencukupi kebutuhan atau melebihi konsumsi, pasti harga akan turun dengan sendirinya sesuai hukum ekonomi. Namun total panen raya berupa tonasenya melebihi kebutuhan konsumsi secara signifikan atau tidak.

”Barangkali kita perlu berupaya bersama untuk mendapatkan kepastian angka tonase atau volume panen beras di DIY. Sebab dari jalur distribusi sendiri, tergolong lancar dan tidak ada penimbunan sama sekali untuk beras di DIY,” tandas Sakti.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY ini menegaskan, belum turunnya harga beras medium sesuai aturan HET lebih dipicu pasokannya masih terbatas. Dari sisi distribusi beras sendiri, pihaknya bekerja sama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan dan aparat kepolisian, sehingga apabila ada oknum yang ingin menimbun beras akan takut tentunya. (Ira)

Kredit

Bagikan