Kongres Ulama Yogya Deklarasikan Cak Imin Cawapres 2019

user
ivan 01 April 2018, 20:07 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Puluhan pengasuh Pondok Pesantren dan kyai Nahdlatul Ulama (NU) mendeklarasikan dan memandatkan Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) sebagai cawapres 2019. Sebagai simbolisasi bentuk dukungan dari para ulama kepada Cak Imin, Pengasuh Ponpes Al Munawwir Krapyak, KH Raden M Najib Abdul Qodir, menyerahkan bendera merah putih sebagai simbol pemberian mandat cawapres untuk Cak Imin.

"Nek wani, ojo wedi wedi. Nek wedi ojo wani wani (Kalau berani, jangan takut-takut. Kalau takut, jangan berani-berani). Untuk Cak Imin maju sebagai cawapres, kami semua mendukung," kata Rois Syuriah PCNU Gunungkidul, KH Bardan Usman dalam sambutan singkatnya pada acara Kongres Ulama Nusantara di Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak Bantul, Minggu (01/04/2018).

Kongres ini dihadiri sekitar 60 kyai struktural dan non struktural NU dari lima kabupaten DIY. Konsolidasi kyai NU se-DIY ini mengajak seluruh warga NU se-Indonesia untuk menyatukan visi dan langkah politik NU sebagai kekuatan terbesar Islam di Indonesia agar bisa mengambil peran sentral dan menentukan dalam kebijakan politik pemerintahan negeri ini kedepan.

Dipimpin oleh Katib Syuriah PWNU Yogyakarta, KH Hasan Abdullah, kyai dan ulama NU se-DIY yang berkumpul dalam kongres Ulama Yogya, memberikan mandat kepada Abdul Muhaimin Iskandar untuk bisa memimpin dan menyatukan aspirasi politik umat Islam.

"Memberikan tugas dan mandat kepada H Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) untuk menyatukan aspirasi politik umat Islam, khususnya aspirasi warga ahlussunnah waljamaah demi tegaknya negara yang damai dan makmur (baldatun thoyyibatun wa robbun ghofur) dan tegaknya nilai luhur agama di bumi nusantara," ujar Kiai Hasan saat membacakan naskah dukungan kepada Cak Imin.

Kongres Ulama NU se-Yogyakarta yang diikuti oleh 60 Kiai tersebut juga bersepakat untuk mendukung Cak Imin menjadi Calon Wakil Presiden pada Pilpres 2019 nanti.

"Mendukung H Abdul Muhaimin Iskandar (cak imin) untuk jadi wakil presiden 2019-2024 agar cita-cita para ulama tentang baldatun thoyyibatun wa robbun ghafur tersebut bisa terwujud," tegas Kyai Hasan. (Van)

Kredit

Bagikan