Harga Beras Ditingkat Petani Kembali Normal

user
ivan 01 April 2018, 15:10 WIB
untitled

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Bergejolaknya harga beras di Kebumen akibat meroketnya harga beras dari harga normalnya sejak Desember 2017 lalu, akhirnya reda setelah harganya kembali normal seperti semula. Di tingkat petani, harga gabah maupun beras sejak seminggu lalu sudah normal.

"Harga gabah kering yang sempat mencapai Rp 7.500 per kilogram, kini hanya Rp 3.200 sampai Rp 3.500 per kilogram. Adapun harga beras Rp 7.000 sampai Rp 7.200 per kilogram," ungkap petani Desa Tlogopragoto Kecamatan Mirit  Kebumen, Sarni di rumahnya, Minggu (01/04/2018).

Menurut Sarni, panen padi tadah hujan di desanya berlangsung sejak akhir Februari 2018 lalu dan hingga 1 April 2018 masih terus berlangsung. Adapun jenis padi yang ditanam petani di Tlogopragoto kebanyakan jenis Ciherang dan IR 64.

"Sejak mulai panen hingga hari ini harga gabah dan beras terus menurun. Harga jual tersebut ditentukan oleh pedagang yang biasanya mendatangi petani yang baru selesai panen. Seperti harga beras di desa kami yang pada akhir Februari lalu masih Rp 9.000 per kilogram, hari ini hanya Rp 7.000 sampai Rp 7.200 per kilogramnya ," jelas Sarni.

Hj Achmad, pengepul gabah dan beras yang membuka kios di Pasar Tumenggungan Kebumen mengakui kembali normalnya harga gabah maupun beras di Kebumen setelah kenaikannya yang cukup signifikan di bulan Desember 2017 dan Januari 2018 lalu membuka kios di Pasar Tumenggungan Kebumen.

"Gejolak harga kini sudah mereda, karena stok gabah dan beras memang sedang berlimpah sehingga harganya normal kembali. Kepada petani kami membeli gabah maupun beras dengan harga seperti panen padi musim tanam tahun lalu. Seperti beras Ciherang, C4 atau IR kini harganya Rp 7.000 sampai Rp 7.250 per kilogramnya. Sedangkan pedagang beras eceran yang membeli dari kami menjualnya lagi seharga Rp 7.500 sampai Rp 8.000 per kilogram," jelas Hj Achmad. (Dwi)

Kredit

Bagikan