Harga Bahan Pokok di DIY Masih Berfluktuasi

user
tomi 27 November 2019, 13:06 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Fluktuasi harga masih dialami beberapa komoditas bahan pangan di DIY, terutama daging ayam dan telur memasuki pekan keempat November 2019. Fluktuasi tersebut dipicu permintaan konsumen karena masih banyaknya hajatan.

Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yanto Apriyanto mengatakan, fluktuasi harga terjadi terutama pada telur dan daging ayam broiler tetapi masih di bawah acuan harga pemerintah. Fluktuasi harga terjadi

dikarenakan permintaan konsumen yang tetap tinggi.

"Fluktuasi harga yang dialami beberapa bahan pangan di sejumlah pasar tradisional di Yogyakarta lebih dikarenakan naiknya permintaan. Sebab masih banyak hajatan atau resepsi, tetapi secara umum masih normal atau stabil saat ini," ujar Yanto di kantornya, Selasa (26/11).

Dijelaskan, harga daging ayam broiler turun dari Rp 33.700 menjadi Rp 33.000/- kg, sebaliknya harga telur ayam ras justru naik dari Rp

22.800 menjadi Rp 23.000- /kg. Cabai merah keriting turun dari Rp 24.300 menjadi Rp 24.000/kg, cabai merah besar Rp 22.000 menjadi Rp 21.000/kg, cabai rawit hijau dari Rp 22.000 menjadi Rp 20.300/kg, sebaliknya cabai

rawit merah naik dari Rp 23.700 menjadi Rp 24.700-/kg.

"Komoditas lainnya relatif stabil dialami beras, gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, daging sapi, bawang merah dan bawang

putih," imbuhnya.

Terkait operasi komoditas lainnya yang dilaksanakan Disperindag DIY seperti gula pasir , terigu dan minyak goreng, telah selesai pada 18

November 2019. Kemudian akan dilanjut dengan operasi pasar murni beras untuk Kota Yogyakarta di 9 titik disediakan sebanyak 4,5 ton mulai Senin (25/11).

"Operasi pasar murni beras untuk kabupaten masih koordinasikan diperkirakan diawal Desember 1 sampai dengan 29 Desember 2019

dengan kualitas medium di harga Rp 8.600/kg. Disediakan kurang lebih 15 ton beras," tandas Yanto. (Ira)

Kredit

Bagikan