Pemerintah Tetap Ketok Kenaikkan Cukai Rokok

user
tomi 16 Oktober 2019, 03:43 WIB
untitled


TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Pemerintah tetap ketok kenaikkan cukai rokok untuk tahun 2020. Hanya saja angka 23 persen sebagai rata-rata kenaikkan, sehingga ada 10 persen hingga diatas 23 persen.

Bupati Temanggung Al Khadziq mengatakan telah bertemu dengan Dirjen Bea Cukai di Jakarta untuk pembahasan kenaikkan cukai rokok, sebab dirasa memberatkan petani tembakau. " Kami membahas kenaikkan cukai rokok dan tetap tidak bisa ditawar. Pemerintah tetap naikkan cukai rokok," kata Bupati Temanggung Al Khadziq, Selasa (15/10).

Dia mengatakan kenaikkan cukai rokok terendah adalah 10 persen yang dikenakkan pada industri rokok kretek kecil atau sigaret kretek tangan (SKT). Sedangkan kenaikkan tertinggi meski belum diputuskan dimungkinkan adalah dari industri besar dengan sigaret kretek mesin, atau yang menggunakan kandungan tembakau impor.

Dikemukakan pada pertemuan tersebut kenaikkan cukai rokok sebagai keniscayaan, namun yang perlu dibahas sekarang adalah bagaimana skema untuk penerapan cukai tersebut, sehingga tidak memberatkan petani atau dengan kata lain petani mendapat keuntungan.

" Skema rencana dibahas bersama lintas instansi dan kementerian, namun karena bisa lama, maka Gubernur Jawa Tengah bersedia untuk mempertemukan. Sehingga nanti masalah diselesaikan dari Jawa Tengah," katanya.

Dikatakan Pemkab Temanggung tidak bisa menolak adanya kenaikkan cukai rokok tersebut, namun bagaimana sekarang memahami kenaikkan cukai rokok dan menyampaikan pada petani serta warga. " Kami harus memahami kenaikkan cukai rokok ini, dan menyampaikan kebijakan itu pada warga," katanya.(Osy)

Kredit

Bagikan