Libur Akhir Pekan, Yuk Wisata ke Tamansari

user
agus 05 Oktober 2019, 10:44 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Tak ada salahnya jika waktu akhir pekan ini dihabiskan dengan berwisata. Salah satunya jalan-jalan ke Yogyakarta, daerah yang menyandang predikat kota wisata dan budaya.

Banyak objek dan atraksi wisata di Yogyakarta. Saya memilih untuk mengunjungi Tamansari Keraton Yogyakarta.

Letaknya strategis, berjarak tak jauh dari kawasan Malioboro, Tamansari yang berarti taman yang indah ini berada di kompleks Keraton Yogyakarta. Bagi wisatawan domestik, berwisata ke Tamansari dipungut tarif tiket Rp 5.000 per orang.

Sejak memasuki pintu masuk, sambutan hangat dari petugas jaga dan jasa pemandu wisata. Suasana yang terpancar di Tamansari pun serasa mengajak untuk berputar waktu ke zaman kerajaan dahulu.

Tak hanya wisatawan domestik, banyak juga turis mancanegara di Tamansari. Para wisatawan sebagian ada yang berfoto, ada yang menyimak penjelasan pemandu wisata, hingga berjalan menyusuri sudut dan lorong di Tamansari.

Saya berkeliling di Tamansari sekitar satu jam lamanya. Setelah beranjak keluar, saya berjalan mengitari jalan kampung yang masih satu kompleks dengan Tamansari. Banyak warga setempat yang membuka warung makan dan minum hingga menjual merchandise khas Yogyakarta seperti batik.

Dikutip dari website Keraton Yogyakarta, awalnya merupakan sebuah taman atau kebun istana Keraton Yogyakarta. Kompleks ini dibangun secara bertahap pada masa Sri Sultan Hamengku Buwono I mulai tahun 1758 M. Bagian-bagian penting dari kompleks bangunan diselesaikan pada tahun 1765 M.

Taman ini dijuluki Water Kasteel karena kolam-kolam dan unsur air yang mengelilinginya. Disebut juga sebagai The Fragrant Garden karena pohon-pohon dan bunga-bunga yang harum ditanam di kebun-kebun sekitar bangunan.

Tamansari sendiri didirikan di atas sebuah umbul atau mata air yang dikenal dengan nama Umbul Pacethokan.

Pada tahun 1867, di masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono VI, terjadi peristiwa gempa besar yang meruntuhkan bangunan-bangunan di Yogyakarta. Kompleks bangunan Tamansari mengalami kerusakan yang cukup parah dan menjadi terbengkalai. Hal ini menyebabkan banyak penduduk membangun hunian di antara bekas kebun dan puing bangunan.

Renovasi secara serius dimulai semenjak 1977. Beberapa bangunan yang tertimbun dibongkar. Namun hanya sedikit sekali bagian dari bangunan Tamansari yang bisa diselamatkan.

Gempa besar terjadi lagi di wilayah Yogyakarta pada tahun 2006. Gempa tektonik yang berkekuatan 5,9 SR ini sekali lagi membawa kerusakan pada Tamansari. Proses renovasi dan revitalisasi kembali dilakukan, beberapa bangunan diperbaiki, diperkuat, dan dilapis ulang.

Tamansari yang sempat tinggal reruntuhan kini mulai bersolek. Walau terhimpit rumah-rumah penduduk, sisa-sisanya menanti dikunjungi wisatawan yang ingin mengintip kemegahan taman raja dari masa lalu.

Pada masa lalu, kompleks Tamansari menempati wilayah seluas 10 hektar dan terdiri dari 57 bangunan. Kini kompleks ini sudah jauh berkurang luasnya, sebagian besar dijadikan hunian oleh warga setelah gempa besar meruntuhkan bangunan-bangunannya. Sebagian lagi kini dilestarikan sebagai objek wisata. (Ive)

Kredit

Bagikan