Betonisasi TMMD Terkendala Krisis Air

user
ivan 02 Oktober 2019, 17:35 WIB
untitled

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Proyek pembangunan betonisasi jalan dan gorong-gorong pada TMMD Sengkuyung tahap III ke 106 Tahun Anggaran 2019 di Desa Samiranan Kandangan Temanggung terkendala krisis air yang melanda di daerah tersebut.

Komandan Kodim 0706 Temanggung Letkol David Alam mengatakan TMMD di Desa Samiranan di musim kemarau sehingga ada kesulitan dalam kecukupan air karena susah air atau sedang krisis air. Sehingga untuk proses mengecor dan betonisasi yang membutuhkan air cukup banyak diatasi dengan droping air oleh BPBD dan PDAM.

"Kami kerjasama dengan BPBD dan PDAM, meminta agar BPBD dan PDAM droping air selama kegiatan TMMD," katanya, ditemui usai pembukaan TMMD, Rabu (02/09/2019).

Pada upacara pembukaan menjadi inspektur upacara Bupati Temanggung AL Khadziq. Ia menyerahkan peralatan TMMD seperti Skop dan cangkul pada perwakilan warga, juga bantuan untuk pembiayaan bedah rumah.

Dikatakan droping air bisa pagi hari. Air akan ditampung pada tempat penampungan air disepanjang yang akan bangun, sehingga saat pelaksanaan proyek tidak terkendala tidak ada air.

Disampaikan sasaran TMMD berupa fisik dan non fisik, yakni betonisasi jalan sejauh 1,1 km dan gorong-gorong yang ada di sampingnya. Selain itu bedah rumah tidak layak huni sebanyak 4 rumah. " Sasaran non fisik berupa pengarahan dari dinas terkait, seperti narkoba, kenakalan remaja, dan tertib berlalu lintas," katanya.

Anggaran TMMD, katanya, total Rp 735 juta yang terdiri dari APBD Propinsi Rp 235 juta dan APBD Kabupaten Rp 500 juta. Namun realitas nantiakan bertambah sebab ada penambahan dari swadaya masyaraat dan dana desa. " Tiap hari ada anggota 40-50 TNI yang bekerja bersama masyarakat. Pada masyarakat kita tekankan jangan sampai terganggu dalam mencari nafkah," katanya.

Harapannya, kata dia untuk percepatan pembangunan dan kesejahteraan rakyat. Pembangunan fisik betonisasi jalan misalnya, akan berdampak pada terhubungnya warga dua desa dan perekonomian semakin meningkat dan hasil-hasil dari dua desa itu bisa lebih lancar lagi. (Osy)

Kredit

Bagikan