Kendal Miliki Klinik Rehabilitasi Narkoba Gratis

user
ivan 13 November 2019, 08:41 WIB
untitled

KENDAL, KRJOGJA.com - Sebanyak 384 ribu warga Jawa Tengah menjadi pecandu narkotika. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa tengah, Brigjen Pol Benny Gunawan seusai meresmikan Klinik Rehabilitasi Pratama Bina Waras BNN Kabupaten kendal pada Selasa (12/11/2019).

Dikatakan pula angka prevalensi pecandu narkotika atau jumlah orang dalam populasi di Jawa tengah yakni sebesar 1,16 persen. Angka tersebut jauh di bawah dari angka prevalensi tingkat nasional yakni 1,77 persen.

"Meski angka prevalensi Jawa Tengah nomor 32 di tingkat nasional. Namun jumlah pengguna di Jawa tengah merupakan peringkat ke kima di tingkat Nasional," ujar Benny.

Sebagian besar para pecandu narkotika merupakan generasi muda. Di kabupaten Kendal sendiri yang paling banyak yang menjadi pecandu yakni para pelajar.

Benny berharap dengan adanya klinik rehabilitasi ini dapat membantu masyarakat Kendal dan sekitarnya mendapatkan perawatan untuk  menghilangkan sifat kecanduan dari narkotika dan dapat melaksanakan fungsi kemasyarakatannya.

"Belum banyak BNN Kota dan Kabupaten yang memiliki klinik rehabilitasi seperti ini, saya harap masyarakat bisa memanfaatkan ini untuk mengobati anggota keluarganya yang kecanduan narkotika," lanjutnya.

Kepala BNN Kabupaten Kendal, Sharlin Cahaya Primer Ari menyebutkan sebagai wilayah pesisir, Kendal mulai menjadi target pengedar narkoba. "Karena itu pelabuhan dan pantai di Kendal akan terus diawasi karena bisa menjadi pintu masuk peredaran narkoba," katanya.

Sementara itu Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jateng, Teguh Budi Santoso mengatakan proses rehabilitasi di klinik milik BNN tidak dipungut biaya. Bahkan warga yang melaporkan keluarganya ke BNN dan mau untuk dilakukan rehabilitasi maka tidak ada tuntutan pidana bagi para pecandu.

"Pecandu dan korban penyalahgunaan narkotika yang mau direhabilitasi tidak akan mendapat tuntutan pidana, namun bagi pengedar dan produsen narkoba akan kami hukum seberat-beratnya," kata Teguh yang juga pernah menjabat Kepala BNNK kendal tersebut.

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur berharap BNN untuk menyebarluaskan keberadaan klinik rehabilitas yang dimiliki oleh BNN. Selain itu informasi terkait tidak mendapatkan tuntutan pidana bagi pecandu yang melaporkan diri ke BNN dan mau menjalani proses rehabilitasi perlu disebarluaskan juga. (Ung)

Kredit

Bagikan