Sejumlah Mata Air Sumber Air Baku PDAM Kebumen Mulai Normal

user
danar 06 November 2019, 14:50 WIB
untitled

KEBUMEN, KRJOGJA.com - Turunnya hujan di Kebumen tiga hari berturut-turut sejak Jumat (01/11/2019) lalu berdampak positip bagi sejumlah mata air sumber air baku PDAM Tirta Bumi Sentosa Kebumen.

"Sebagian mata air yang saat kemarau Oktober 2019 lalu mengering, kini mulai normal kembali," ungkap Kabag Teknik PDAM Kebumen, Husni, di ruang kerjanya, Rabu (06/11/2019).

Diungkapkannya, salah satu sumber air baku PDAM Kebumen yang  terdampak kemarau panjang adalah Sungai Kedungbener di Desa Krakal, Kecamatan Alian Kebumen. Memasuki Oktober 2019 sejumlah mata air di sekitar lokasi intake atau pengambilan air sungai ke instalasi pengolahan air baku Kedungbener, mengering.

"Dampak mengeringnya mata air, debit normal intake Kedungbener sebesar 20 liter per detik menurun menjadi 18 liter per detik," ujar Husni.

Dengan penurunan debit tersebut maka distribusi air melalui jaringan pipa PDAM Kebumen untuk puluhan pelanggan di Desa Jatimulyo Kecamatan Alian dan Jemur Kecamatan Kebumen pun terhenti.

"Distribusi air pun harus kami antar langsung ke rumah mereka masing-masing dengan truk tangki," ujar Husni.

Selain di Sungai Kedungbener, dampak peningkatan debit air pasca turunnya hujan 3 hari tersebut adalah di mata air Gua Barat di Kecamatan Ayah. Mata air yang mensuplai air baku PDAM Kebumen untuk Kecamatan Ayah, Petanahan dan Klirong itu sempat menurun debitnya ketika kemarau berlangsung.

"Kini sudah normal kembali. Namun sebelum normal kembali kami sempat kelabakan karena dua hari sejak hujan pertama air tak mengalir sama sekali, kemungkinan ada sumbatan aliran akibat korosi tanah gua," jelas Husni.

Adapun di intake Desa Ungaran Kecamatan Kutowinangun Kebumen yang  air bakunya berasal dari saluran irigasi Waduk Wadaslintang saat kemarau lalu kerap mengalami penurunan debit, karena banyak petani sekitarnya menyedot air irigasi itu untuk mengairi lahan pertanian mereka.

"Namun penyedotan air itu kini sudah berhenti seiring dengan turunnya hujan," ujar Husni.(Dwi)

Kredit

Bagikan