Petani Diminta Lakukan GPOT

user
ivan 05 November 2019, 12:52 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY tengah menggulirkan Gerakan Percepatan Olah Tanah (GPOT) bersamaan dengan mulainya musim penghujan di beberapa wilayah di DIY. Pihaknya meminta petani di DIY agar jangan terlambat memanfaatkan momentum datangnya musim hujan saat ini untuk segera berproduksi.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY Sasongko mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan kabupaten/kota, Gunungkidul yang paling luas sudah mulai mengolah tanah dan tanam atau melakukan GPOT tersebut. Semua daerah di DIY segera melaksanakan GPOT di awal musim hujan ini.

Baca juga :

Malioboro Bakal Bebas Kendaraan di Akhir Pekan

Jadi Ikon Pariwisata, Jaga Kebersihan Malioboro!

"Gunungkidul sudah melakukan GPOT dan sudah menebar benih, hanya yang bagian selatan yang belum. Kita akan cek lapangan dan mudah-mudahan dalam minggu ini sudah tumbuh," ujar Sasongko di Komplek Kepatihan.

Sasongko mengaku pihaknya telah meminta dinas setempat baik di kabupatenkota untuk mengawal jangan sampai ada lahan pertanian yang tidak melakukan GPOT tersebut. Terkait lahan pertanian di DIY yang mengalami puso setidaknya lebih dari 2.000 hektare akibat musim kemarau panjang sebelumnya, juga diminta agar segera dimanfaatkan.

"Sebelumnya lahan-lahan pertanian yang mengalami puso tersebut memang susah tidak ada air dan benar-benar kering. Kita minta bagi lahan pertanian yang tidak ada airnya lebih baik tidak ditanami terlebih dulu daripada merugi, sebaliknya yang masih ada sedikit air bisa dimanfaatkan tanam hortikultura dan palawija," terangnya.

Menurutnya petani di DIY sudah pintar dalam mengatur pola tanam, semisal airnya tidak banyak maka lahan pertanian oleh petani ditanam jagung untuk pakan ternak karena umurnya pendek dan bisa langsung panen sehingga petani tidak merugi.

"Petani malah diuntungkan jika menanam jagung karena bisa memenuhi kebutuhan pakan ternak. Jadi kami pastikan produksi pertanian di DIY bisa tetap terjaga dan tidak mengalami defisit," imbuh Sasongko.

Sementara itu pengamat pertanian dari Akademi Pariwisata Pertanian Yogyakarta (Apta) Ir Supriyati MP musim pancaroba yang terjadi di wilayah DIY perlu diimbangi dengan kecermatan petani dalam menentukan jenis tanaman. Kecermatan dalam memilih jenis tanaman itu dibutuhkan untuk mengantisipasi adanya kemungkinan gagal panen. Dengan begitu adanya kerugian di kalangan petani bisa diantisipasi lebih awal.

"Petani harus cermat dan tepat dalam membaca ketepatan musim dan cuaca. Hal itu perlu dilakukan agar hasil yang ditanam bisa maksimal produksinya. Karena di musim pancaroba ini biasanya hujan belum banyak. Sehingga petani bisa menanam padi dan hortikultura (sayuran dan buah-buahan) seperti melon, semangka, kangkung, sawi putih, kubis, caisim, timun," kata Supriyati. (Ira/Ria)

Kredit

Bagikan