Uji Coba Semi Pedestrian Dinilai Kurang Efektif

user
ivan 05 November 2019, 10:50 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Uji coba semi pedestrian di kawasan Malioboro akan dilakukan dua kali lagi di luar Selasa Wage, seperti yang sebelumnya telah dilaksanakan. Ajang Selasa Wage kini telah berubah dengan diisi banyak event maupun atraksi seni budaya. Sehingga uji coba semi pedestrian kurang efektif dan butuh waktu untuk mengetahui kondisinya apabila Pedagang Kaki Lima (PKL) tetap berjualan.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DIY Sigit Sapto Rahardjo menyampaikan, pihaknya akan melakukan uji coba dua kali lagi di luar momentum Selasa Wage yang sudah dilaksanakan empat kali. Dishub DIY akan mencoba melakukan uji coba semi pedestrian di luar Selasa Wage supaya kawasan Malioboro ditutup bukan karena event.

Baca juga :

Malioboro Bakal Bebas Kendaraan di Akhir Pekan

Jadi Ikon Pariwisata, Jaga Kebersihan Malioboro!

"Uji coba semi pedestrian di kawasan Malioboro kali ini masih dibarengkan dengan momentum Selasa Wage yang digelar untuk kelima kalinya. Rencananya, bulan ini ada uji coba di luar Selasa Wage dan terakhir Desember 2019 mendatang. Kami masih akan melakukan koordinasi dengan Dishub Kota Yogyakarta karena mereka leading sector-nya dan kami memback up," ujar Sigit.

Dijelaskan, Selasa Wage lebih tepat untuk event dan atraksi seni budaya, bukan untuk uji coba semi pedestrian lagi. Uji coba kawasan Malioboro tetap akan ditutup alias bebas dari kendaraan bermotor dan PKLtetap bisa berjualan.

"Tugas kami bukan event-event di Selasa Wage, tetapi kami bertugas mengamankan lalu lintas dan jalan. Jadi kalau ada event tetap saya tutup dan saya amankan," tandasnya.

Dalam uji coba tersebut, pihaknya akan mencoba manajemen lalu lintas terutama untuk jalan satu arah, perputaran hingga penataan lalu lintas di sirip-sirip Malioboro. Termasuk pemindahan rambu lalu lintas dan pemindahan pembatas jalan supaya lebih memperlancar arus lalu lintas.

"Seharusnya kawasan Malioboro sudah bebas dari kendaraan bermotor tahun depan, tetapi kita masih terkendala di siripsirip itu. Jadi kita uji coba semi pedestrian dua kali tidak di Selasa Wage. Kita juga sudah melakukan sosialisasi ke masyarakat," tambah Sigit.

Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Arofa Noor Indriani MSi menambakan, keberadaan fasilitas publik yang ada di kawasan semi pedestrian Malioboro harus dijaga bersama, termasuk dari sisi kebersihan. Karena fasilitas tersebut dibangun untuk kepentingan, jadi pemeliharaannya tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah daerah. Oleh karena itu, dirinya berharap agar masyarakat bisa merasa memiliki dan mau menjaga kebersihan dan fasilitas yang ada di kawasan semi pedestrian Malioboro.

"Jangan sampai karena masyarakat bersikap masa bodoh, pedestrian Malioboro menjadi tidak bersih. Karena selain bisa mengganggu kenyamanan para pengunjung, secara kesehatan juga kurang bagus. Oleh karena itu, semua pihak harus proaktif dalam menjaga kebersihan Malioboro," terang Arofa.

Terkait rencana uji coba semi pedestrian yang akan dilaksanakan di luar acara Selasa Wage, Arofa mengungkapkan, uji coba semi pedestrian yang dilaksanakan setiap Selasa Wage, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Kendati demikian untuk menerapkan di luar acara Selasa Wage, butuh perencanaan dan kajian secara matang.

Apabila pelaksanaan uji coba semi pedestrian yang dilaksanakan setiap Selasa Wage lebih banyak kelebihannya, secara waktu (hari) bisa ditambah. Sebaliknya, kalau dari hasil kajian masih banyak yang perlu diperbaiki atau dibenahi mungkin perlu dipertimbangkan terlebih dahulu. Khususnya berkaitan dengan unsur kebersihan di Malioboro yang sampai saat ini masih perlu ditingkatkan. (Ira/Ria)

Kredit

Bagikan