NU Karanganyar Minta Kebijakan Sekolah 5 Hari Direvisi

user
danar 29 Agustus 2022, 16:30 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Kebijakan lima hari sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Karanganyar menuai kontra. Kebijakan tersebut disebut-sebut akan memperparah tingkah laku anak ke depannya.

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Karanganyar, Nuril Huda mengatakan kebijakan tersebut membuat pergaulan bebas semakin merajalela seperti banyak remaja yang di kawasan wisata Tawangmangu dan Ngargoyoso yang menongkrong di akhir pekan saat mereka libur.

"Mereka berboncengan motor, kekepan mondar-mandir di Tawangmangu dan Ngargoyoso, bahkan Jumat sore mereka udah naik," ujar Nuril, Senin (29/8/2022).

Bahkan, dia menyebutkan banyak remaja yang mengajukan dispensasi nikah ke Kantor Kemenag RI Kabupaten Karanganyar karena hamil duluan baik ditingkat SMP hingga SMA.

Dia menyebut, pada tahun 2021, terdapat 181 ijin Dispensasi Nikah yang sudah dikeluarkan Kantor Kemenag RI Kabupaten Karanganyar.

"Bagi saya itu mengerikan, Itu dalam jangka 4 bulan loh, bukan satu tahun, bahkan itu terjadi sekolah ditengah kota, di smp favorit pun ada," ungkap Nuril.

Ia berharap, kebijakan sekolah 5 hari dikaji dan dievaluasi.

"Kami berharap, kebijakan sekolah 5 hari dikaji dan dievaluasi," katanya.

Penting diketahui, sekolah jenjang PAUD, SD dan SMP di wilayah Kabupaten Karanganyar mulai menerapkan lima hari sekolah pada tahun ajaran 2022/2023.

Penerapan lima hari sekolah sesuai surat edaran (SE) Bupati Karanganyar Juliyatmono Nomor 421/3.047.4 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Pendidikan di Karanganyar.

Dalam SE yang ditandatangani Bupati Karanganyar tertanggal 8 Juli 2022 itu berisi bahwa penyelenggaraan pendidikan jenjang PAUD, SD dan SMP diberlakukan lima hari, yaitu Senin-Jumat.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar Yopi Eko Jatiwibowo mengatakan lima hari sekolah sudah mulai berjalan di sekolah-sekolah.

“Lima hari sekolah ini sesuai arahan bupati. Salah satunya menyesuaikan hari kerja aparatur sipil negara (ASN) di Karanganyar,” kata dia.

Penerapan lima hari sekolah juga diharapkan mampu memberikan peluang waktu lebih banyak bagi murid untuk bersosialisasi. Selain itu mengasah kemampuan ketrampilan masing-masing murid.

Terkait teknis penyelenggaraan lima hari sekolah ini, Yopi mengatakan telah diatur masing-masing sekolah. Dimana secara otomatis jam kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa ditambah hariannya.

“Sejauh ini tidak ada masalah,” kata dia. (Lim)

Kredit

Bagikan