Soal Suporter PSS Meninggal Usai Dikeroyok, Sultan Siap Pertemukan Kelompok

user
Ary B Prass 29 Agustus 2022, 14:17 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Kabar duka yang muncul dari suporter sepakbola DIY masih saja terjadi. Dalam satu bulan, ada dua nyawa pecinta sepakbola (PSS Fans) yang melayang karena tindak kekerasan di jalanan wilayah DIY.

Menyeruak di publik bahwa peristiwa kekerasan hingga menyebabkan korban meninggal dunia di DIY muncul dari rivalitas suporter dua tim besar yakni PSIM dan PSS. Situasi yang banyak disebut menjadi rivalitas turun-temurun yang sayangnya dimaknai melulu secara negatif oleh sebagian orang hingga melakukan tindak kekerasan.

Situasi tersebut mendapat perhatian dari Sultan dan Pemda DIY, yang menyatakan keprihatinan mendalam. Apalagi, kekerasan yang berujung kematian suporter bukan yang pertama kali terjadi di DIY.

“Kita pernah mengalami juga sebelumnya (peristiwa meninggalnya suporter) jadi ini harus mendapat perhatian semua pihak. Artinya bahwa, ada beberapa pihak terkait suporter yakni organisasi (informal). Teman-teman yang ada di organisasi itu harus ikut sosialisasikan pada anggota lainnya agar tidak melakukan tindakan kekerasan, baik sebelum, saat maupun sesudah main. Ini efektif kalau dilakukan oleh mereka sendiri,” ungkap Sekda DIY, Kadarmanta Baskara Aji, Senin (29/8/2022).

Baskara Aji menegaskan, Gubernur DIY, Sri Sultan HB X siap mengambil langkah untuk menyudahi konflik berkepanjangan antar suporter di DIY. Sultan menurut Baskara Aji beberapa kali menyampaikan bisa mempertemukan kelompok-kelompok suporter di DIY.

“Ngarsa Dalem kan selalu bilang, kalau memang belum bisa diselesaikan di tingkat bawah, beliau bisa atau siap melakukan pertemuan atau sosialisasi atau mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Ini kan bukan satu kelompok dengan kelompok lain tapi satu orang yang melakukan kekerasan pada pihak lain. Ini kan hanya ada satu pihak yang nakal, jahat begitu,” sambung Baskara Aji.

Sementara, pihak kepolisian dari Polres Sleman, sudah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat dalam peristiwa, Minggu (28/8/2022) dinihari tersebut. Senin (29/8/2022) merilis kasus pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia di Mejing Kidul Ambarketawang Gamping Sleman. (Fxh)

Credits

Bagikan