Baznas Dituntut Responsif

user
ivan 27 Agustus 2022, 10:32 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kulonprogo harus bisa lincah dan responsif dalam mengatasi segala situasi. Untuk itu Baznas jangan mbirokrat, agar aturannya tidak rumit. Hal itu diungkapkan Penjabat Bupati Kulonprogo Drs Tri Saktiyana MSi ketika menerima audiensi Pengurus Baznas setempat di Ruang Menoreh, Jumat (26/08/2022).

Tri Saktiyana juga mengapresiasi kecepatan Baznas dalam penyaluran bantuan untuk bedah rumah, bencana dan lainnya. "Terutama bencana, bisa cepat tersalurkan. Kiprah semakin bagus dan kerja sama dengan pemkab juga erat," ucapnya.

Diuraikan pula oleh Tri sebagai organisasi publik maka dituntut dapat memenuhi lima hal yakni pertama, kemampuan regulasi untuk mengatur diri sendiri dan lingkungan kegiatan. "Kami ingin Baznas harus lincah, untuk Standard Operating Procedure (SOP) dibuat sendiri saja kalau dibantu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nanti malah ruwet," ujarnya.

Selain itu kemampuan kedua adalah ekstratif, mengambil sumber daya untuk menunjang tugas pokoknya. Ketiga, kemampuan distributif, disalurkan waktu dan jumlahnya tepat. Keempat, kemampuan responsif menanggapi situasi berubah cepat, ada bencana langsung ke lokasi dan memberi bantuan dan terakhir, kemampuan simbolik, yakni membangun citra.

"Saat ini Baznas citranya positif, bagus dan harus selalu positif. Kecepatan menangani masalah, ketulusan, kemampuan berkomunikasi harus diperhatikan pula," tuturnya.

Disampaikan Ketua Baznas Kulonprogo H Alfanuha Yushida MPMat, Pengurus Baznas saat ini adalah kepengurusan baru, yang dilantik 14 April 2022. Untuk pengumpulan Zakat Infak Sedekah (ZIS) Januari hingga Juli 2022 terkumpul Rp 7 miliar lebih, terdiri Zakat Rp 6,3 miliar dan Infak Rp 732,4 juta. "Sedangkan penyaluran mencapai Rp 5,7 miliar untuk program Kulonprogo Sehat, Kulonprogo Takwa, Kulonprogo Peduli, Kulonprogo Makmur, dan Kulonprogo Cerdas," ucapnya. (Wid/Rul)

Credits

Bagikan