Satu Dasawarsa Keistimewaan Satpol PP DIY Refleksi Peran, Satlinmas Rescue Istimewa Dapat Apresiasi

user
danar 26 Agustus 2022, 23:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Direktorat Polisi Pamong Praja dan Linmas Kementerian Dalam Negeri melalui Kasubdit Perlindungan Masyarakat, Fadly Elwa Purwansyah ikut serta dalam kegiatan "Refleksi 1 Dasawarsa Peran Satpol PP DIY dalam Keistimewaan Yogya" yang digelar oleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DIY, Kamis (25/8/2022). Kegiatan diawali dengan Rapat Kerja Satlinmas Rescue Istimewa yang dihadiri oleh perwakilan Koordinator Wilayah (Korwil) Satlinmas Rescue Istimewa bertempat di Hotel Royal Darmo Malioboro.

Kegiatan dibuka oleh Kasatpol PP DIY, Noviar Rahmad dengan menyampaikan mengenai kondisi geografis DIY dengan patok-patok batas pantai di selatan hingga gunung Merapi di utara yang menjadikan titik wisata sekaligus rawan bencana. Melihat potensi sekaligus rawan bencana tersebut, Satpol PP DIY telah menyiapkan beberapa unsur masyarakat yang tergabung dalam Satlinmas Rescue Istimewa untuk dibekali pengetahuan dan keterampilan dalam membantu dalam penanganan bencana dan pertolongan serta pencarian korban.

“Dengan kemampuan selayaknya Tim SAR, Satlinmas rescue telah memiliki sertifikat yang mumpuni apabila terjadi kejadian korban tenggelam di kawasan pantai selatan. Satlinmas dapat menjadi perpanjangan tangan pemerintah di masyarakat,” ungkap Noviar.

Noviar menjelaskan satlinmas diberdayakan dalam berbagai aspek mulai dari sosial kemasyarakatan, penjagaan tempat rawan bencana, hingga persiapan pemilu maupun pilkada. Sebagai penunjang sarana dan prasarana, Satlinmas di DIY telah membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS) penanggungan anggaran antara Provinsi dan Kabupaten/Kota secara tanggung renteng.

Sementara, Kasubdit Perlindungan Masyarakat, Fadly Elwa Purwansyah memberikan pemaparan sesuai dengan keistimewaan Yogyakarta yang dikuatkan dengan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2012, Satlinmas Rescue merupakan implementasi nyata regulasi tersebut oleh Pemda DIY. Satlinmas Rescue menurut dia menjadi satu-satunya di Indonesia yang muncul karena kewenangan DIY untuk membentuk kelembagaannya sendiri termasuk kearifan lokalnya.

“Selain perda, DIY juga memiliki Perdais (perda istimewa). Pada pokoknya, kemendagri mengapresiasi inovasi kearifan lokal yang telah dibentuk oleh satpol PP DIY karena memang satlinmas seharusnya diberikan keterampilan dan pemenuhan sarana prasarana yang sesuai dengan kondisi sosial dan topografi wilayahnya masing-masing. Struktur kelembagaan linmas di DIY, telah membentuk satgas linmas provinsi yang ditetapkan dengan keputusan gubernur berjumlah 30 orang,” ungkapnya.

Jumlah dari satlinmas yang dihimpun dari SIM Linmas sejumlah 871 orang di DIY, dengan perincian Sleman sebanyak 51 persen, Kota Yogyakarta 87 persen, Kulonprogo 28 persen, Bantul 31 persen dan Gunungkidul 13 persen telah mendaftar. Fadly pun mendorong peserta yang hadir untuk memanfaatkan SIM Linmas yang memiliki tujuan besar yaitu menciptakan Big Data penyelenggaraan Linmas yang mulai digagas pada tahun 2021 silam.

“Dengan adanya Big Data, nantinya akan terpetakan daerah rawan Trantibumlinmas sebagai layer dasar dalam penentuan kebijakan penyelenggaraan urusan Trantibumlinmas yang terukur,” pungkas dia. (Fxh)

Credits

Bagikan