Dispar Kulonprogo Gelar Beragam Kegiatan Meriahkan 1 Dasawarsa Keistimewaan

user
agus 26 Agustus 2022, 17:31 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Dalam rangka menyambut Satu Dasawarsa Keistimewaan, Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogon menggelar berbagai kegiatan dan lomba yang melibatkan masyarakat untuk meningkatkan kunjungan wisata.

Dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Kulonprogo Joko Mursito SsN MA, berapa kegiatan yang sudah dilaksanakan diantaranya Festival Pacak Sepuran yang diikuti 14 Kalurahan dan 1 Kelurahan yang berada di tepi rel kereta api wilayah Kulonprogo.

"Gelaran yang sudah dilaksanakan kedua kalinya, dengan tujuan utamanya yakni mempercantik lingkungan sekitar rel kereta api bandara dari Bantar Kapanewon Sentolo hingga Palihan Kapanewon Temon. Selain itu juga memotivasi kelurahan/kalurahan untuk kreatitivtas memunculkan destinasi baru yang bisa mengakat perekonomian masyarakat sekitar. Festival Pacak Sepuran ini dinilai dari sisi estetika, kebersihan, kreativitas, inovasi, kegunaan dan daya tarik, peran serta masyarakat dan pemilihan lokasi juga dinilai," papar Joko kepada wartawan, Kamis (25/08/2022).

Dijelaskan, tim penilai atau dewan juri merupakan pegiat dan juga praktisi di bidang pengembangan pariwisata. Diantaranya Dosen ISI Jogjakara, Dr Sumbo Tinarbuko MSn, Direktur Museum Wayang Kekayon Jogjakarta RM Donny Megananda SSi MBA, Direktur Java Connection Art Management YIA KRMT Indro Kimpling Suseno SH, dan Kasubbagdalops SDM Polres Kulonprogo AKP Sri Purwati serta Dra.Sari Nainggolan Produser TVRI Jogjakarta.

"Penilaian dengan datang langsung ke lokasi sudah dilakukan, dan sore ini (25/8) tim juri akan menilai dengan menaiki kereta dari Stasion Tugu Jogja hingga Stasiun Bandara YIA. Mereka akan menilai dari sisi penumpang saat siang hari dari Stasiun Tugu Jogja, dan merekan akan melihat di malam hari dai YIA menuju stasiun Tugu Jogja, jadi untuk keindahan pencahayaan (lampu) di masing-masing titik pacak sepuran juga akan dinilai," ucapnya.

Ditambahkan, pihaknya juga akan menggelar Parade Gamelan Nusantara menyambur 1 Dasawarsa Keistimewaan yang akan dilaksanakan selama dua hari hingga Sabtu (27/08/2022) mendatang. Parade ini akan diikuti sedikitnya 50 seniman dan seniwati karawitan asal Bumi Menoreh. Mereka bakal berkeliling ke sejumlah titik di wilayah Kulonprogo untuk menghibur masyarakat dengan cara mementaskan kesenian gamelan dari atas truk gandeng.

"Selama dua hari, kami akan menggelar parade gamelan, diikuti 50 seniman dan seniwati, mereka turun ke jalan sambil mementaskan gamelan di pusat kegiatan masyarakat. Pada hari pertama menyasar wilayah Kulonprogo sisi selatan, dilanjutkan hari kedua di Kulonprogo sisi utara," katanya

Adapun rute parade gamelan pada hari pertama besok dimulai dari Taman Budaya Kulon Progo (TBK) Kapanewon Pengasih, menuju Alun-alun Wates. Selanjutnya demo di Pasar Wates, dilanjutkan ke Nagung, Panjatan, Lendah kemudian kembali ke TBK. Sedangkan pada hari kedua, mulai dari TBK menuju wilayah Temon, Wates lalu kembali ke Pengasih

Adapula even sepekan Bendung Kayangan dilaksanakan 6-10 Septermber 2022, yang terdiri dari pentas seni setiap hari, dan akan dikunci dengan gelaran wayangan pada 10 September 2022, yang diselingi pameran ekraf, serta lomba menyanyi.

"Masih banyak lagi, ada juga Nglinggo Soul of The Mask dengan taraf internasional, Menoleh Menoreh bagi para perantau yang diharapkan tetap ingat dengan kampung halaman, serta Romansa Pansela," katanya.

Kemudian dilaksanaka pula Lomba Gelar Potensi Desa Wisata (LGPDW) bertajuk Menebar Pesona. Selain itu juga lomba asah trampil pelaku wisata di desa wisata. Lomba dilaksanakan dengan Dana Keistimewaan (Danais). Dengan dewan juri terdiri GKR Bendara-Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY (Lembaga Pariwisata), Drs Octo Lampito MPd Pimpinan Redaksi SKH Kedaulatan Rakyat (Media), Bobby Ardyanto Setyo Ajie SE – Ketua GIPI DIY (Lembaga Industri Pariwisata), Dr Ani Wijayanti MM – Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (Akademisi), Martha Sasongko SSi – Presenter Jogja TV (Influencer).

"Peserta terdiri dari 22 desa wisata di Kulonprogo, pelaksanannya sudah dimulai sejakbulan Juli, Agustus hingga September 2022 mendatang. Tim juri akan turun langsung dengan memposisikan diri sebagai wisatawan, paket wisata akan dinilai 24 jam mulai pukul 12.00 - hingga 12.00, salah satu item penilaian yakni penerapan standar prokes Covid-19," ujarnya sambil menambahkan Danais juga dialokasikan untuk bantuan stimulan atau subsidi kepada masing-masing desa wisata senilai Rp 20 juta potong pajak. (Wid/Rul)

Credits

Bagikan