Kasat Lantas Polres Bantul Ajak Semua Pihak Turunkan Angka Kecelakaan

user
danar 25 Agustus 2022, 14:10 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Kasat Lantas Polres Bantul Iptu Fikri Kurniawan S Tr K SIK MM mengajak stakeholder terkait dan semua lapisan masyarakat atau pengguna jalan, untuk bersama sama menekan angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Bantul.

Iptu Fikri yang baru sekitar sepekan dipercaya menjabat Kasat Lantas Polres Bantul mengaku prihatin, karena melihat data angka kecelakaan lalu lintas di wilayah Bantul cukup tinggi bahkan terdata tertinggi di wilayah Polda DIY atau tertinggi dibanding kabupaten se DIY.

Sesuai data yang ada di Ruang Kanit Gakkum Satlantas Polres Bantul, selama tahun 2021 jumlah kejadian ada 1.917 kejadian. Dari jumlah kejadian tersebut korban meninggal dunia 161 orang, luka ringan 2.151, luka berat tidak ada. Kerugian materi Rp 881.287.000.

Sedangkan tahun 2022, jumlah kejadian hingga 24 Agustus ada 1.665 kejadian, korban meninggal dunia 115 orang, luka ringan 1.942 orang, luka berat tidak ada. Kerugian materi Rp 902.523.000.

Kasat Lantas Polres Bantul mengakui, upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas tidak cukup dengan penerapan aturan pemasangan rambu- rambu lalu lintas maupun penjagaan di jalan oleh petugas Polisi Lalu Lintas, tanpa dukungan dari stakeholder terkait dan masyarakat, utama masyarakat pengguna jalan sendiri. Sehingga perlu satu misi menjadi Pelopor Keselamatan Lalu Lintas.

"Tetapi sebelumnya kami 'kulo nuwun' dulu kepada masyarakat di Bantul untuk menjalankan amanah sebagai Kasat Lantas," ungkap Iptu Fikri yang sebelum mendapat tugas di Polres Bantul bertugas di SDM Polda DIY.

Berbagai upaya dan kebijakan Kasat Lantas Polres Bantul periode sebelumnya sudah berupaya menekan angka kecelakaan, dengan berbagai cara. Diantaranya dengan pemasangan 'water barier' di jalur rawan kecelakaan untuk menganalisasi pengguna jenis sepeda motor dijalur kiri dan mobil disisi kanan dan mengurangi laju kecepatan kendaraan.

"Memang terjadi kelambatan kendaraan, tetapi kami punya misi keselamatan yang paling utama," jelasnya.

Juga pemasangan replika mobil patroli di titik jalan rawan pelanggaran dan rawan di Jalan Srandakan, Jalan Parangtritis dan Jalan Sedayu. Dilakukan edukasi etika tertib berlaku lintas kepada masyarakat , di Satpas SIM petugas selalu memyampaikan edukasi tata cara berkendaraan kepada semua pemohon di ruang pencerahan. Termasuk kegiatan 'blue light patrol' pada malam di jalur rawan kecelakaan yang didukung instansi terkait di Bantul dan Satlantas selaku koordinatornya.

"Berbagai kebijakan Kasat Lantas yang lama tersebut masih terus dilanjut, jika perlu ada pembenahan atau penambahan. Tetapi kami tetap berharap dukungan dan kerjasama semua pihak, terutama masyarakat pengguna jalan agar mematuhi aturan atau tata tertib lalu lintas dan menghormati sesama pengguna jalan, sehingga tercipta Kamseltibcarlantas (Keamanan, Keselamatan, Ketertiban dan Kelancaran Lalu Lintas)," ungkap Iptu Fikri.

Untuk semuanya itu Satlantas Polres Bantul berkolaborasi bersama Dinas Perhubungan, Dinas PU, Bappeda, Dinas Kesehatan yang tergabung dalam Forum Lalu Lintas menerapkan 5 pilar aksi keselamatan jalan yang telah diprogramkan pemerintah. Yakni pilar 1. Manajemen keselamatan jalan, 2. Jalan yang berkeselamatan, 3. Kendaraan yang berkeselamatan, 4. Perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, 5. Proses penanganan pra dan pasca kecelakaan.

Iptu Fikri mengungkapkan, jajaran Satlantas Polres Bantul akan berusaha dan siap melayani masyarakat sebaik-baiknya. Tetapi untuk terciptanya Kamseltibcarlantas dan menekan angka kecelakaan lalu lintas Satlantas Polres Bantul perlu dan harus bertindak tegas terhadap pelaku pelanggar lalu lintas, utamanya pelanggaran kasat mata. Sehingga pelaku pelanggaran harus ditindak tegas sesuai aturan yang ada, agar membuat pelaku pelanggaran lalu lintas jera.

Sedangkan Unit Gakkum atas pelanggaran yang berpotensi kecelakaan lalu lintas akan tetap menindak tegas terhadap pelakunya.

Kasat Lantas Polres Bantul juga mengemukakan, kecelakaan lalu lintas selain menelan korban jiwa yang sedikit. Seperti pada tahun 2021 ada 116 korban meninggal dunia dan tahun 2022 ada 115 korban meninggal dunia. Kecelakaan lalu lintas juga berdampak menambah angka kemiskinan.

Misal yang jadi korban hingga meninggal adalah seorang yang menjadi tulang punggung keluarga. Maka dari keluarga tersebut akan kehilangan seorang yang memberikan nafkah keluarga.

"Karena itu ayo bersama menekan angka kecelakaan lalu lintas, syukur sampai mencapai zero laka," pungkasnya. (Jdm)

Kredit

Bagikan