Apresiasi Torehan Prestasi Atlet Paralimpik, Dewan Minta Eksekutif Intervensi BUMN-BUMD Bantu Fasilitasi

user
danar 21 Agustus 2022, 23:10 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Jajaran Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Kulonprogo mendorong Eksekutif untuk lebih mengoptimalkan fasilitasi terhadap atlet paralimpik asal kabupaten ini. Mengingat anggaran daerah terbatas maka langkah yang perlu dilakukan adalah melakukan inventarisir terhadap cabang olah raga (cabor) yang memiliki peluang besar untuk meraih juara baik di tingkat nasional maupun internasional.

"Optimalisasi fasilitasi anggaran bisa dilakukan terhadap cabor-cabor favorit yang berpeluang besar meraih juara. Intervensi Eksekutif terhadap pihak-pihak lain dalam upaya mendukung optimalisasi fasilitasi sangat diperlukan," kata Ketua DPRD setempat Akhir Nuryati usai menyerahkan bantuan uang pembinaan kepada atlet paralimpik asal Kulonprogo Qonitah Ikhtiar Syakuroh di ruang Paripurna Gedung DPRD Kulonprogo, Jumat (19/8/2022) sore.

Qonitah Ikhtiar Syakuroh merupakan peraih medali emas Cabor para badminton di nomor Women’s Double SL3-SU5. Diungkapkan, sesuai keluhan yang disampaikan atlet-atlet paralimpik bahwa selama ini mereka kesulitan fasilitas penjemputan dan pemenuhan sarana latihan. Sehingga Dewan menilai kedua fasilitas tersebut perlu diupayakan. Sehingga ke depan atlet paralimpik dapat berlatih secara maksimal.

Di antara upaya intervensi yang bisa dilakukan Esekutif adalah mencari atau meraih dana Corporate Social Responsibility (CSR) baik dari BUMN, BUMD, KONI maupun instansi-instansi lain. "Bila memungkinkan menggunakan dana keistimewaan (tentu) tentu hal itu juga bisa dilakukan," ungkap politisi perempuan PDI Perjuangan tersebut.

Jajaran pimpinan dan anggota DPRD Kulonprogo memberikan apresiasi moral sekaligus uang pembinaan sebagai penyemangat atlet paralimpik Qonitah Ikhtiar Syakuroh dan keluarganya.

Karena atlet paralimpik selama ini tidak mendapat bantuan penjemputan selama latihan serta tidak memiliki tempat khusus berlatih, sehingga mereka terpaksa menumpang latihan di tempat reguler. "Dengan tidak adanya tempat latihan khusus dan menumpang di tempat reguler telah menyebabkan atlet paralimpik kurang memiliki rasa percaya diri bahkan ada rasa tidak enak saat latihan di tempat pelatihan reguler. Oleh karena itu kami mendorong pemkab dan OPD terkait untuk mengupayakan sarana dan prasarana yang mereka butuhkan, terutama soal penjemputan atlet," tegas Akhid.

Sementara itu Wakil Ketua I DPRD Kulonprogo Ponimin Budi Hartono menegaskan, untuk saat ini penganggaran kedua fasilitas tersebut APBD Perubahan tidak memungkinkan karena pembahasannya sudah berjalan. Selain itu belum diusulkan oleh OPD terkait.

"Untuk ke depan mungkin saja dianggarkan di APBD tapi untuk saat ini upaya yang bisa dilakukan adalah mencari sumber dana lain seperti CSR perusahaan-perusahaan. "Yang mereka (atlet paralimpik-Red.) butuhkan saat ini adalah satu armada dan satu SDM untuk menjemput. Hal itu perlu menjadi pemikiran sekaligus upaya bersama dalam mewujudkan apa yang menjadi kebutuhan atlet paralimpik," jelas Ponimin.

Hal senada disampaikan anggota Fraksi PAN DPRD setempat, Muhtarom Asrori, apresiasi yang diberikan DPRD kepada atlet paralimpik yang meraih medali adalah wujud kepedulian anggota dewan terhadap atlet berprestasi. "Langkah yang baik ini tentunya bisa diikuti oleh Perumda atau BUMD yang ada di Kulonprogo maupun para pengusaha serta perusahaan yang beroperasi di Kulonprogo. Dukungan tersebut penting karena dengan keterbatasan sarana dan prasarana saja mereka bisa berprestasi apalagi kalau tersedia sarana dan prasana yang memadai tentu akan lebih berprestasi," ungkapnya. (Rul/Wid)

Credits

Bagikan