Bazaar Klaster Mantriku, Implementasi Revitalisasi Mantri di BRI

user
danar 19 Agustus 2022, 01:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Regional Office BRI Yogyakarta menggelar Bazaar Klaster Mantriku dan BRI Menanam, sebagai wujud nyata dari implementasi Revitalisasi Mantri di BRI. Saat ini RO BRI Yogyakarta membina UMKM yang tersebar di 4 klaster wilayah meliputi Yogyakarta, Solo, Kedu, dan Banyumas dengan total UMKM sebanyak 517.088 UMKM (Debitur KUR dan Kupedes). Sedangkan penyaluran kredit UMKM pada tahun ini mencapai Rp 18,03 Triliun.

Hal itu disampaikan Regional CEO BRI Yogyakarta John Sarjono, pada Bazaar Klaster Mantriku & BRI Menanam, Kamis (18/8) di Kampung Mataraman Ringroad Selatan Yogya. Hadir dalam acara itu Bambang Guritno (Asisten 2 Bupati Bantul) dan kepala dinas terkait, Kepala OJK DIY Parjiman, Pinca BRI Bantul Rizki Farisi, dan 9 lurah desa di Bantul. Peserta bazaar sebanyak 10 Klaster Usaha Binaan Regional Office BRI Yogyakarta baik dari DIY Magelang maupun Klaten.

Bazaar Klaster Mantriku ini secara rutin dilaksanakan diseluruh wilayah Indonesia, tujuan dari kegiatan ini adalah memperluas akses pasar dengan memperkenalkan produk klaster unggulan dari UMKM binaan BRI dalam bentuk Pameran. "Klaster yang secara intensif didampingi oleh Mantri BRI Unit dan telah mendapatkan dukungan program pemberdayaan dari BRI," terang John Sarjono.

Peserta bazar yang berjumlah 10 Klaster Usaha Binaan Regional Office BRI Yogyakarta, meliputi, Klaster Usaha Kopi Petruk Merapi dari Kanca Klaten, Klaster Agro Prau (Alpukat) dari Kanca Parakan, Klaster Usaha Daru Batik Tancep dari Kanca Wonosari, Klaster Usaha Peyek Petho dari Kanca Magelang, Klaster Usaha Durian dari Kanca Kutoarjo. Juga ada Klaster usaha KWT Rahayu dari Kanca Bantul, Klaster Usaha Melati Sari dari Kanca Bantul, Klaster Kelompok UKM Desa Panggungharjo dari Kanca Bantul, Klaster Usaha Bakpia Sumekar dari Kanca Katamso, dan Klaster Usaha KWT Ayam Goreng dari Kanca Sleman.

Bazaar, selain memperkenalkan produk UMKM binaan, diharapkan pula menginspirasi lebih banyak UMKM yang tergabung dalam klaster usaha bersama BRI, agar maju dan bangkit bersama. Bagi konsumen yang ingin bertransaksi, BRI memfasilitasi dengan sistem pembayaran cashless yakni QRIS, BRIMO, dan transfer.

Dalam Bazaar kali ini, dilakukan juga penanaman Pohon serta penyerahan Bibit kepada 9 (Sembilan) Desa BRILian BRI Kanca Bantul, meliputi Desa Panggungharjo, Desa Wukirsari, Desa Patalan, Desa Guwosari, Desa Wijirejo, Desa Pleret, Desa Wonolelo, Desa Murtigading, dan Desa Timbulharjo. Dalam mendukung Implementasi program ESG (Enviroment, Social, & Governance), BRI menginisiasi Program BRI Menanam yang diselenggarakan kepada seluruh Unit kerja BRI yang tersebar diseluruh Indonesia.

Sementara itu Parjiman menegaskan, UMKM merupakan pilar terpenting dalam perekonomian Indonesia dengan kontribusi terhadap PDB Indonesia sebesar 60,51% atau senilai dengan Rp 9.580 T. Jumlah UMKM saat ini kisaran 64,2 juta dan menyerap 97% total tenaga kerja serta dapat menghimpun sampai 60,42% dari total investasi.

"Pandemi Covid-19 sangat berdampak pada kegiatan perekonomian, baik secara internasional, nasional maupun regional, termasuk UMKM. Pemerintah secara cepat merespon dampak pandemi ini dengan meluncurkan berbagai kebijakan dan program nasional, salah satunya adalah program PEN. Diharapkan, Program PEN dapat “memperpanjang nafas” UMKM dan meningkatkan kinerja UMKM untuk berkontribusi pada perekonomian Indonesia," katanya.

Berdasarkan data BPS, perekonomian DIY pada triwulan II 2022 tumbuh sebesar 5,20%, didorong oleh pertumbuhan dari lapangan usaha jasa lainnya (24,21%), transportasi (23,19%) dan pertanian (14,48%).(Can)

Credits

Bagikan