Anggota Paskibraka Diharap Jadi Suri Teladan

user
danar 19 Agustus 2022, 08:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Anggota Paskibraka merupakan para pelajar SMA dan SMK pilihan, yang lulus melalui seleksi yang amat ketat. Oleh karena itu, pembentukan Paskibraka dapat dijadikan sebagai pemupuk semangat kebangsaan, cinta tanah air, dan bela negara dalam rangka karakter and national building.

"Saya berharap agar citra Paskibraka yang dijiwai oleh semangat proklamasi tetap terjaga. Sehingga mampu menjadi suri teladan sebagai generasi muda Indonesia yang berwawasan kebangsaan dan mencintai tanah airnya sebagai hal yang utama," kata Wakil Gubernur (Wagub) DIY, Sri Paduka Paku Alam X dalam acara Ramah Tamah Anggota Paskibraka se-DIY di Bangsal Kepatihan, Kamis (18/8/2022).

Selain Wagub DIY, acara ramah tamah ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji. Jajaran Forkopimda DIY, Kepala Istana Kepresidenan Yogyakarta, dan Kepala Disdikpora se-DIY.

Wagub DIY menuturkan, acara ramah tamah anggota Paskibraka se-DIY merupakan salah satu wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, yang telah meridai semangat perjuangan, sehingga rangkaian acara Peringatan HUT ke-77 Kemerdekaan RI Tahun 2022 idapat berjalan dengan lancar. Keberhasilan tersebut tidak luput berkat peranan para anggota Paskibraka, yang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih dengan sukses.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora DIY), Didik Wardaya mengatakan, diklat Paskibraka dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan. Adapun terkait materi pelatihan di dalam kegiatan Paskibraka itu dimulai dari baris-berbaris hingga formasi pengibaran bendera. Selain itu, diberikan pula materi-materi peningkatan wawasan, peningkatan rasa nasionalisme, dan pembentukan karakter.

Tidak luput, para siswa calon anggota Paskibraka juga diberikan materi-materi tambahan. Yakni wawasan kebangsaan, Ideologi Pancasila, kebudayaan dan Keistimewaan DIY, makna dan lambang-lambang negara, sejarah tugas pokok dan fungsi Paskibraka, moral dan etika serta psikologi dan motivasi.

Salah satu anggota Paskibraka Kota Yogyakarta, Pramesti Lintang (Arsi) yang merupakan siswa SMA Negeri 1 Yogyakarta, mengajukan pertanyaan soal latar belakang makna pengangkatan tema dari HUT ke-77 Kemerdekaan RI tahun 2022, ‘Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat’ serta kontribusi apa yang dapat dilakukan oleh para generasi muda untuk mewujudkan hal tersebut.

Menanggapi pertanyaan Arsi, Sekretaris Daerah DIY, Kadarmanta Baskara Aji menyampaikan bahwa Indonesia diakui oleh dunia, berhasil bangkit, berhasil mentas dari pandemi Covid-19 dengan hasil yang sangat baik dan sangat cepat.

"Oleh karena itu, tentu kita patut memberikan apresiasi kepada semua pihak khususnya kepada masyarakat di Indonesia bahwa kita sudah bisa bangkit, kita sudah pulih dengan cepat dan kita bangkit lebih kuat dalam rangka untuk memulihkan kondisi ekonomi dan sosial di Daerah Istimewa Yogjakarta, maupun di Indonesia pada umumnya," ucap Aji.

Dalam kesempatan itu Sekda DIY Baskara Aji menyatakan,, pandemi Covid-19 merupakan pengalaman pahit yang harus menjadi pengalaman pertama dan yang terakhir. Pengalaman pahit pandemi Covid-19 ini harus membuat bangsa Indonesia berjaga-jaga, memiliki antisipasi, untuk melakukan segala upaya alternatif agar dapat bertahan dikala harus menghadapi musibah lain yang bisa datang kapan saja di masa depan.

"Supaya pulih lebih cepat dari Covid-19, dari keterpurukan ekonomi, dari keterpurukan sosial, maka kita harus bisa menjaga diri dari pengalaman itu," ujar Aji.

Aji mengatakan, sektor pendidikan dan pariwisata yang selama ini menjadi sumber potensi pendapatan di DIY pun mengalami keterpurukan akibat dampak pandemi Covid-19. Adapun saat ini, pertumbuhan ekonomi di DIY sudah mulai menunjukkan pemulihan. Hal tersebut dibuktikan khususnya pada tahun 2022 dan 2021 dimana DIY menjadi satu-satunya provinsi atau daerah yang pertumbuhan ekonominya positif di kala provinsi lain semuanya terpuruk atau turun.

"Kenapa DIY itu pertumbuhan ekonominya tetap positif, padahal tidak ada proyek-proyek strategis proyek-proyek besar. Seperti pada saat kita dulu membangun bandara YIA Ternyata masyarakat DIY adalah masyarakat yang kreatif, masyarakat yang tidak mau dan tidak kenal lelah untuk selalu melakukan inovasi. Semula ekspor itu menjadi nomor sekian dari andalan kita, tetapi pada saat pariwisata dan pendidikan itu tidak berjalan baik di DIY, ekspor kita ternyata menjadi yang terbaik di Indonesia," terang Aji.

Sekda menambahkan, salah satu kontribusi Pemda DIY bersama lembaga-lembaga di DIY dalam mendorong peningkatan kegiatan ekspor DIY yakni dengan pemberian ongkos kirim gratis.

“Salah satu kontribusi pemerintah daerah bersama dengan lembaga-lembaga yang ada di DIY, kita hanya memberikan ongkos gratis, ongkos kirim gratis, baik di dalam maupun di luar negeri. Ternyata itu memberikan rangsangan kepada seluruh pengusaha. Khususnya UMKM untuk bisa melakukan ekspor walaupun hanya dibantu satu kali saja tetapi mereka sudah menjalin hubungan baik, sudah punya pasar di luar negeri. Sehingga saat ini walaupun harus dibebani dengan ongkos kirim sendiri, karena ternyata mereka sudah kenal, belanjanya selalu melalui UMKM yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta,” tutup Aji.(Ria)

Credits

Bagikan