Langgar Disiplin ASN, KS dan 3 Guru SMAN 1 Banguntapan Kena Sanksi

user
danar 19 Agustus 2022, 06:50 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY akhirnya menjatuhkan sanksi disiplin kepegawaian kepada kepala sekolah (KS) dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan Bantul. Sanksi tersebut diberikan karena mereka terbukti melakukan pelanggaran disiplin Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sanksi disiplin kepegawaian ringan ini diberlakukan mulai Kamis (18/8/2022) sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 94 tahun 2021 tentang Disiplin PNS. Sanksi paling berat diberikan kepada Kepala SMAN 1 Banguntapan berupa pernyataan tidak puas secara tertulis. Sedangkan, satu guru Bimbingan Konseling (BK) dan satu wali kelas di sekolah itu mendapatkan sanksi ringan berupa Teguran Tertulis. Sementara satu guru BK lainnya mendapatkan sanksi Teguran Lisan.

"Sanksi paling berat diberikan kepada Kepala SMAN 1 Banguntapan berupa pernyataan tidak puas secara tertulis, karena bebannya paling tinggi. Dengan pemberian sanksi tersebut secara otomatis membatalkan kebijakan penghentian tugas sementara yang diberlakukan kepada keempat ASN tersebut. Mudah-mudahan dengan diberikannya sanksi itu, mereka kemudian mengajar lagi," kata Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya MPd di Kompleks Kepatihan, Kamis (18/8/2022).

Didik mengatakan, pemberian sanksi kepada KS dan tiga guru SMAN 1 Banguntapan didasarkan pada proses penyelidikan yang dilakukan Satgas sejak beberapa waktu lalu. Karena keempat PNS di sekolah tersebut ditetapkan melakukan tindakan pelanggaran ringan, sehingga Disdikpora yang diminta BKD mengeksekusi sanksi tersebut.

Adapun untuk siswa yang bersangkutan memilih untuk pindah sekolah. Untuk itu Disdikpora DIY memfasilitasi pemindahan siswi tersebut. "Prinsipnya kami siap untuk memfasilitasi. Mudah-mudahan hari ini (Kamis) siswa tersebut sudah mulai masuk sekolah dan mereka siap untuk pembelajaran secara offline," ungkapnya.

Sekda DIY, Baskara Aji mengungkapkan, sebagai ASN, para pegawai semestinya bisa bekerja optimal agar tidak mendapatkan sanksi disiplin kepegawaian. Dengan munculnya kasus pemaksaan jilbab di sekolah negeri, diharapkan menjadi pembelajaran bagi ASN.(Ria)

Credits

Bagikan