Dua Calon Transmigrasi Asal Kulonprogo Diberangkatkan Ke Sulawesi

user
ivan 18 Agustus 2022, 20:43 WIB
untitled

KULONPROGO, KRJOGJA.com - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulonprogo memberangkatkan dua kepala keluarga (KK) calon transmigran asal Kulonprogo ke Mahalona Kabupaten Luwu Timur Propinsi Sulawesi Selatan.

"Ini yang pertama setelah dua tahun tidak ada pemberangkatan calon transmigran karena pandemic Covid-19," kata Kepala Disnakertrans Kulonprogo, Drs Nur Wahyudi MM saat melepas calon transmigran di aula kantornya, Kamis (18/08/2022).

Diungkapkan, dua KK dengan jumlah tujuh jiwa calon transmigran yang akan diberangkatkan adalah Suparlan dari Kalurahan Sidomulyo Pengasih dan Muhammad Fadlie dari Kalurahan Karangsewu Galur dengan tujuan kawasan transmigrasi Mahalona, Luwu Timur Sulawesi Selatan menuju Transito DIY.

Setelah mereka bersama peserta transmigran dari kabupaten/ kota di DIY dengan total 15 KK mendapat pembekalan maka direncanakan akan diberangkatkan dengan pesawat melalui Yogyakarta International Airport (YIA) pada Minggu (21/8) mendatang.

"Tahun ini Kulonprogo bisa memberangkatkan dua KK setelah dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, semua sudah melalui tahapan pelatihan dan seleksi. Calon transmigran tujuan Mahalona akan membudidayakan komoditas andalan padi dan lada atau mrica,” jelas Nur Wahyudi.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Transmigrasi Disnakertrans setempat Heri Widada SIP MM menambahkan kuota yang diterima tahun ini sebanyak enam KK dengan rincian empat KK di Raimuna Sulawesi Tenggara dan dua KK di Mahalona Sulawesi Selatan. Meski pada masa Covid-19 sudah ada peminatnya tapi karena lamanya menunggu pemberangkatan sehingga tinggal calon transmigran dengan tujuan Mahalona yang masih bertahan sampai adanya instruksi pemberangkatan oleh Kementerian.

“Kalau sebelum Covid-19 rutinitas pemberangkatan catrans di akhir tahun tapi karena lokasi sudah siap maka pasca Covid-19 ini diberangkatkan pertengahan tahun, selain mendapat rumah tinggal, lahan sekitar dua hektare juga kita beri modal uang Rp 8 juta perKK,” terang Heri.

Calon transmigran dari Kalurahan Sidomulyo Pengasih, Suparlan mengaku mantab mengikuti transmigrasi karena tidak memiliki lahan untuk bertani atau untuk membangun rumah tempat tinggal. "Saudara saya banyak, tanah warisan tidak cukup untuk tempat tinggal, jadi saya bertekad ikut transmigrasi," jelasnya. (Rul)

Credits

Bagikan