Ladeni Tantangan Duel Lewat Medsos, Bagus Meregang Nyawa

user
agus 16 Agustus 2022, 17:29 WIB
untitled

 Kedua tersangka S dan AF alias Ucok. (Foto/Bid Humas)

KENDAL  KRjogja.com - Dua pelaku pengeroyokan yang menewaskan Bagus  (20), warga Desa Plantaran, Kaliwungu Selatan, berhasil diringkus Satreskrim Polres Kendal. Penyidik, Selasa(16/8) selain meringkus kedua tersangka  S asal Semarang dan AF alias Ucok warga Karangayu Cepiring, Kendal, juga menyita  barang bukti diantaranya senjata tajam jenis celurit, dan (satu) buah Ikat pinggan yang telah diikat dengan Gear rantai Sepeda motor.

Kapolres Kendal AKBP Jamal Alam pada gelar kasus, Selasa (16/8) menerangkan, penganiayaan berdarah yang menewaskan Bagus terjadi di gerbang masuk Dukuh Krajan Desa Plantaran Kaliwungu Selatan. Latar belakangnya soal sepele saling tantang lewat medsos.

"Kejadian berawal dari saling tantang antar geng di media sosial," jelas Kapolres Jamal Alam.

Diungkapkannya, dua geng pemuda tersebut kemudian menyepakati untuk bertemu di daerah Plantaran pada Sabtu 13 Agustus 2022 malam lalu.

Berdasar keterangan saksi, korban memang mempunyai rencana untuk mendatangi tawuran dan kemudian kembali ke 'basecamp' atau tempat yg sering digunakan untuk berkumpul.

"Namun saat tawuran tersebut korban terkena sabetan di kepala dan di bagian punggung belakang sehingga mengakibatkan korban pingsan di tempat kejadian. Geng korban saat itu memang kalah jumlah," tuturnya.

Selanjutnya, kata Kapolres, korban yang terluka parah langsung dibawa ke Rumah Sakit Darul Istikomah Kaliwungu.

Pihak keluarga korban kemudian diberitahu mengenai kondisi dan keberadaan korban kemudian menyusul ke Rumah sakit Darul Istiqomah.

"Karena luka yang dideritanya cukup parah akhirnya sekitar  pukul 06.00,korban  meninggal dunia," jelasnya.

Atas kejadian tersebut, keluarga korban tak terima dan melapor Polres Kendal.

Dari hasil autopsi terungkap bahwa korban tewas akibat luka tusuk di punggung dan di kepala.

"Dari penelusuran petugas kemudian berhasil mengamankan dua anggota geng lawan korban yang terlibat tawuran. Mereka S dan AF ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan yang berakibat korban meninggal dunia", ucapnya.

Atas perbuatannya, S dan AF dijerat dengan pasal 170 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun. Dengan dibekukknya tersangka S dan Ucok, penyidik terus mengembangkan kasus. Sebab tidak menarik kemungkinan jumlah tersangka bertambah. (Cry)

Kredit

Bagikan