Otorita Borobudur Dampingi Sektor Batik untuk Pulihkan Ekonomi

user
Ary B Prass 15 Agustus 2022, 10:57 WIB
untitled

KARANGANYAR, KRJOGJA.com - Sebanyak delapan kelompok pelaku usaha sektor batik Karanganyar dan Sragen selesai mengikuti pendampingan dan pelatihan desain fesyen dan purwarupa oleh Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB). Kini, program pendampingan berlanjut ke workshop Photo & Catalogue.

Direktur Industri Pariwisata dan Kelembagaan Kepariwisataan BPOB Bisma Jatmika saat menutup kegiatan pelatihan di Rumah Batik Giri Arum, Desa Girilayu, Minggu sore (14/8/2022) mengatakan para pelaku usaha mandiri binaannya diharapkan mampu menciptakan metode baru mendesain fesyen dan purwarupa batik pada produknya.

Geliat para pengusaha mandiri ini diandalkan mempercepat pemulihan perekonomian melalui pertumbuhan usaha mikro, menyediakan lapangan pekerjaan berbasis lokalitas dan meningkatkan konsumsi produk berbasis budaya lokal.

"Ini merupakan suatu sinergi dan implementasi pariwisata berbasis ekonomi kreatif, dimana seni, budaya, karakter daerah dan kerajinan khas daerah akan dioptimalkan menjadi suatu produk unggulan," katanya.

Program ini dikerjasamakan dengan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran Kemdikbud,

Pemkab Sragen-Karanganyar dan stakeholder terkait.

Lebih lanjut dikatakan, pelatihan desain Fesyen dan Purwarupa ini dilaksanakan di dua lokasi yaitu di Rumah Batik Mawastri, Desa Pilang, kabupaten Sragen pada tanggal 8-11 Agustus 2022 dan Rumah Batik Giri Arum, Desa Girilayu, Kabupaten Karanganyar pada tanggal 12-14 Agustus 2022 dengan diikuti perwakilan 8 Kelompok batik yaitu Batara Kresna, Soka, Sekar arum, Mekar Jaya, Sekar Tandjung, Sumberbulu, Girilayu dan Ecoprint New Coral.

Sasaran pelatihan sengaja di Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) Solo-Sangiran yang merupakan Kawasan Pariwisata Borobudur.

"Kegiatan Pelatihan Desain Fesyen dan Purwarupa merupakan salah satu dari rangkaian panjang dari Kegiatan Peningkatan Kapasitas Usaha Ekraf Fesyen yang akan dilanjutkan ke pelatihan workshop Photo & Catalogue," lanjutnya.

Ketua Tenaga Ahli Ekraf Fesyen, Nancy mengatakan dalam pelatihan ini peserta mendapatkan bekal materi tentang pengenalan desain dasar dan produk berbahan dasar kain batik. Peserta juga diberi pelatihan menyusun konsep dan koleksi serta model making atau prototyping. (Lim)

Credits

Bagikan