Penyandang Disabilitas Klaten Ikuti Pelatihan Literasi Digital

user
danar 15 Agustus 2022, 02:10 WIB
untitled

KLATEN, KRJOGJA.com - Sebanyak 40 penyandang disabilitas dari berbagai wilayah Klaten, mengikuti pelatihan literasi digital di Balai Latihan Kerja, Klaten, Sabtu (13/8/2022).

Kegiatan yang diselenggarakan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) tersebut, menghadirkan narasumber tunggal, Sub Kordinator Layanan Informasi dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informatika Klaten, Joko Priyono. Kegiatan mengambil tema Berkah Bermedia Sosial.

Ketua Panitia kegiatan, Toha mengatakan, kegiatan pelatihan literasi digital tersebut untuk membekali para penyandang disabilitas agar lebih bijak bermedia sosial. Selain itu, agar warga disabilitas juga bisa memanfaatkan medsos untuk mendukung usaha yang mereka rintis.

"Teman-teman disabilitas itu sesungguhnya ingin mandiri. Hanya mereka sering terbentur soal promosi dan publikasi. Kami berharap pemerintah bisa membantu, salah satunya dari Diskominfo Klaten," kata Toha di sela kegiatan.

Toha menambahkan, warga disabilitas binaan NU tiap tahun bertambah, dan rata-rata mereka sudah punya usaha. Peserta hadir dari berbagai wilayah di Klaten. Antara lain dari Kecamatan Juwiring, Trucuk, Kemalang, Wedi dan Kota. Terdiri penyandang tuna netra, tuna rungu, tuna wicara dan tuna grahita.

Purnomo (35) warga Deles, Kemalang, Klaten, salah satu peserta tuna grahita yang hadir mengaku hampir dua tahun menganggur akibat covid. Ia sudah berusaha melamar pekerjaan, namun belum ada kepastian.

Joko Priyono menjelaskan, dengan pelatihan literasi digital tersebut, diharapkan masyarakat lebih cerdas merumuskan, memanfaatkan dan mengakses informasi. “Bijak bermedia sosial itu jika masyarakat punya konsep diri yang kuat dan tahu pasti tujuan bermedia sosial. Tekhnologi saat ini dalam genggaman. Maka hati -hati menggunakan jari jempol. Pastikan saat bermedia sosial punya tujuan yang jelas. Misalnya cari informasi, jual beli, bersilaturahmi atau berdakwah. Hal itu prinsip. Jadi konten yang tidak berguna akan dihindari," jelas Joko Priyono.

Terkait upaya program yang bisa dilakukan Diskominfo dalam pendampingan usaha warga disabilitas, pria lulusan Ilmu Komunikasi Fisipol UNS Surakarta tersebut mengatakan, bahwa pemerintah memiliki website, radio dan medsos yang sudah terverifikasi.

"Pemerintah mempunyai media terpercaya. Berita pemberdayaan, tema potensi masyarakat itu sangat menarik. Terkait dengan peluang usaha, saya kira solusinya bisa dilakukan lintas instansi. Kepedulian pemerintah itu bisa dilakukan bersama," kata Joko Priyono. (Sit)

Kredit

Bagikan