Asli Digali dari Indonesia, Pancasila Ideologi Terbaik

user
danar 14 Agustus 2022, 19:10 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya 17 Agustus 1945 dengan ideologi/dasar negara Pancasila, hingga 77 tahun usianya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) saat ini (2022) tetap eksis dan bersatu. Berbeda pada masa kolonial, 350 tahun Indonesia dengan wilayah yang luas dan kaya bisa dijajah Belanda negara yang kecil. Hal ini bisa terjadi karena Indonesia terpecah belah.

"Walau NKRI dibangun lebih dari 700 suku, 1.000 budaya, 1.000 bahasa (Bhinneka Tunggal Ika) saat Kemerdekaan RI dengan Pancasila yang asli digali dari nilai-nilai luhur bangsa Indonesia terbukti mampu merekatkan dan menyatukan NKRI," tegas Anggota DPR/MPR RI, Drs HM Idham Samawi dalam Sosialisasi Empat Pilar MPR RI: Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Minggu (14/8/2022) siang di Gedung Serbaguna Soragan, Ngestiharjo, Kasihan Bantul.

Pancasila sebagai ideologi terbaik bangsa Indonesia, lanjutnya tidak bisa dibandingkan dengan ideologi negara lainnya. "Misal dibandingkan USA dengan ideologinya declaration of independence tidak mengenal keadilan sosial 'asu gede menang kerahe' atau yang kuat besar menang bertarung. Kemudian bila dibanding ideologi negara besar lainnya, RRT (China) tidak mengenal Ketuhanan. Pancasila bisa diterima 6 agama dan aliran kepercayaan yang ada di Indonesia," tegas Idham yang menyatakan siap pasang badan untuk melawan ideologi lain yang berusaha menggantikan Pancasila.

Idham menyatakan Indonesia dari Sabang sampai Merauke dengan pesawat ditempuh lebih dari 8 jam. Padahal dengan pesawat yang sama dari Jakarta ke Tokyo membutuhkan waktu 7 jam dan melewati 4 negara.

"Menunjukkan Indonesia sebagai negara besar, luas dan kaya. Namun Indonesia sempat salah urus dengan menggadaikan kekayaan alamnya pada asing melalui ratusan kontrak karya dengan segelintir oknum memperoleh keuntungan besar. Mengembalikan kekayaan Indonesia, Pemerintah Jokowi tidak memperpanjang kontrak karya yang habis atau dinasionalisasi," terang Idham.

Dalam kesempatan ini Idham sekaligus memotong tumpeng dan membuka Merti Dusun Soragan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan/HUT RI ke-77 yang digeber Pok Giat Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Padukuhan Soragan, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul. Idham juga sempat menyumbangkan lagu Didi Kempot yang disambut warga antusias dengan berjoget bersama.

"Ini adalah kegiatan Merti Dusun Kedua sejak 2019 yang sempat tidak bisa diselenggarakan 2 tahun karena pandemi. Merti Dusun sebagai wujud pengamalan sila-sila Pancasila dari warga Soragan, juga pendidikan karakter dengan budaya luhur," ungkap Ketua Pok Giat LPMK Soragan Solahudin Hidayat SPd MM.

Sedang Lurah Ngestiharjo Fathoni Ariwibowo mengapresiasi kegiatan Merti Dusun dengan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI. "Menggeliatnya kembali kegiatan warga kita sambut gembira, saatnya untuk bangkit kembali setelah 2 tahun pandemi. Dengan sosialisasi Pancasila yang membangkitkan kembali Nasionalisme menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-77," tegas Fathoni (Vin)

Kredit

Bagikan