Pemenuhan Hak Seni Penyandang Disabilitas Perlu Diperhatikan

user
danar 11 Agustus 2022, 09:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemenuhan hak seni dan budaya bagi penyandang disabilitas menjadi salah satu dari beberapa hak yang terpinggirkan dan belum sepenuhnya bisa dipenuhi dengan baik. Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian dan solusi bersama agar hak-hak bagi para penyandang disabilitas bisa dipenuhi dengan baik.

Kondisi tersebut memotivasi Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas DIY mengadakan diskusi terkait pemenuhan hak seni dan budaya bagi kelompok penyandang disabilitas di ruang rapat Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) DIY, Rabu (10/8/2022).

"Isu pemenuhan hak kelompok difabel untuk berkesenian mencuat pasca adanya aduan dari grup musik Jaya Musik. Perlu diketahui Jaya Musik Band adalah seluruh personilnya merupakan difabel tuna netra biasa tampil di kawasan Malioboro. Namun pasca adanya kebijakan penataan kawasan, aktivitas berkesenian grup Jaya Musik ikut terganggu. Kondisi itu menjadikan mereka harus kehilangan mata pencaharian," kata Ketua Komite Perlindungan dan Pemenuhan Hak-hak Penyandang Disabilitas DIY, Farid Bambang Siswantoro di ruang rapat Bappeda DIY, Rabu (10/8/2022).

Menurut Bambang, adanya persoalan yang dialami oleh Jaya Musik perlu menjadi perhatian bersama. Untuk itu lewat diskusi kali ini diharapkan bisa ada solusi bagi para penyandang disabilitas.Apalagi dengan diterbitkannya Perda DIY Nomor 5 tentang Pelaksanaan Penghormatan, Perlindungan, dan Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas, praktik implementasi kebijakan publik salah satunya harus mampu memfasilitasi terhadap kegiatan penyandang disabilitas termasuk di bidang seni dan budaya.

Dalam kesempatan itu, perwakilan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Yogyakarta , Ariyanto menyatakan, saat ini Pemkot Yogya sedang fokus pada penataan Malioboro. Penataan kawasan Malioboro dilakukan karena saat ini kawasan Sumbu Filosofi yang didalamnya termasuk Malioboro diusulkan menjadi warisan budaya dunia versi UNESCO. Adanya penataan itu menjadikan para pedagang asongan maupun pengamen di Malioboro kini dilarang beraktivitas di kawasan itu sehingga juga berdampak pada grup Jaya Musik.

"Adanya beberapa keluhan dan masukan dari kelompok difabel akan kami tampung untuk disampaikan kepada pihak berwenang. Untuk nantinya bisa dijadikan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan. Memang kita mau mensterilkan dulu kawasan Malioboro karena rencananya pada Agustus akan ada tim dari Unesco yang datang," terangnya.

Menurut Ariyanto,Pemkot Yogya berencana menyiapkan empat titik lokasi di Malioboro yang dapat digunakan bagi para seniman untuk tampil. Dia pun berjanji untuk mengusulkan musisi difabel agar dapat tampil di sana nantinya. (Ria)

Kredit

Bagikan