Brand Herbal Asal Yogya Ungkap Rugi Miliaran karena Produk Palsu Bertebaran di Marketplace

user
agus 10 Agustus 2022, 18:09 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - PT Kanca Sukses Bersama, pemegang merek dan ijin edar produk herbal asal Yogyakarta, Yacona kini tengah berjuang menempuh jalur hukum. Betapa tidak, produk karya anak-anak DIY tersebut dipalsukan dan dijual oleh ratusan akun di berbagai marketplace.

Robby Andrian SH, kuasa hukum PT Kanca Sukses Bersama, mengatakan pihaknya mengetahui adanya pemalsuan sekitar empat bulan silam, saat tim produksi melakukan tracing di berbagai marketplace. Hasilnya, ditemukan ratusan akun yang menjual produk Yacona palsu.

“Kami tidak ingin konsumen dirugikan, apalagi efeknya bisa berbahaya untuk kesehatan. Herbal kami sebenarnya untuk pengobatan diabetes, namun barang palsu itu tidak diketahui dan tentu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Kami sudah mohon takedown ratusan akun palsu di marketplace. Di sisi lain kami sudah lapor ke Polda DIY, ada temuan di Demak dan Wonogiri yang menemukan adanya produk palsu. Polisi juga terus bergerak mencari para pemalsu ini,” ungkapnya pada wartawan, Rabu (10/8/2022).

Saat ini tim kuasa hukum bersama Polda DIY terus menyisir akun-akun yang menjual produk palsu. Tim akan mencari pembuat produk palsu yang merugikan hingga Rp 1 miliar itu.

“Kami tidak berhenti, terus mencari pelaku yang lain karena kami ingin terus bergerak sudah di Shopee, akan ke Lazada, Bukalapak dan Tokopedia. Para penjual ini ternyata juga beli dari marketplace, jadi produsennya masih kita cari sampai saat ini,” tegas dia.

M Aziz Safrodin, perwakilan Yacona menambahkan pihaknya sudah cukup lama mengamati adanya peredaran produk palsu dan melakukan sampling produk. Hasilnya, ditemukan produk palsu dan akhirnya pada Juni lalu pihaknya melaporkan ke Polda DIY.

“Ada sekitar 300-an toko di Shopee dan on going Tokopedia juga platform lain. Sudah ada beberapa yang diproses oleh polisi. Ada indikasi bahan dari limbah herbal, maka kami merasa sangat berbahaya untuk konsumen. Kami tegaskan punya legalitas mulai hak merek oleh HAKI dan ijin edar dari BPOM. Kami juga berharap konsumen cermat membeli produk yang asli,” pungkasnya. (Fxh)

Kredit

Bagikan