Unnes "Panen" Guru Besar

user
agus 04 Agustus 2022, 00:43 WIB
untitled

SEMARANG,KRJOGJA.com - Universitas Negeri Semarang (Unnes) "panen" guru besar. Tahun ini sedikitnya 11 guru besar (Gubes) atau profesor baru dan 5 guru besar dikukuhkan di gedung Auditorium Prof Wuryanto Kampus Sekaran Unnes Selasa dan Rabu (2-3/8/2022).

Guru besar yang dikukuhkan adalah Prof Dr Nana Kariada Tri Martuti MSi (guru besar dalam bidang Ilmu Lingkungan pada Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Prof Dr Nur Qudus MT IPM (guru besar bidang Ilmu Teknik Keairan dan Lingkungan dan pada Fakultas Teknik (FT), dan Prof Dr Hadromi SPd MT (guru besar dalam bidang Ilmu Manajemen Pendidikan Otomotif pada Fakultas Teknik) yang ketiganya dikukuhkan Rabu (3/8/2022).

Dua guru besar lainnya, Prof Dr Noor Aini Habibah SSi MSi menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Jaringan Tumbuhan pada Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Prof Dr Drs Nasuka MKes menjadi guru besar dalam bidang Ilmu Kepelatihan Bola Voli pada Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Unnes, yang dikukuhkan Selasa (2/8/2022).

Rektor Unnes Prof Dr Fathur Rokhman MHum pada pengukuhan menyampaikan Unnes akan segera bertranformasi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum. Perubahan status kelembagaan tersebut memiliki dampak besar dalam tata kelola akademik, keuangan, dan sumber daya manusia.

"Otonomi lebih besar yang dimiliki PTN-BH dengan sendirinya membutuhkan sumber daya manusia kreatif dan inovatif yang siap berkompetisi sekaligus siap berkolaborasi di tingkat nasional dan internasional. Oleh karena itu, salah satu kriteria SDM yang dibutuhkan UNNES ke depan adalah SDM yang memiliki visi akademik yang kuat sekaligus fleksibilitas yang tinggi dalam merespons perubahan. Kita membutuhkan SDM yang memiliki inisiatif, mampu menjadi pelopor dan penggerak perubahan di lingkungannya," jelas Prof Fathur.

Menurut Prof Fathur ada dua kriteria utama sebagai pribadi yang memiliki jiwa penggerak, yaitu memiliki visi hidup yang kuat berbasis pada nilai dan memiliki kebiasaan positif yang dilaksanakan secara konsisten.

Pertama, seorang penggerak biasanya memiliki visi hidup yang kuat berbasis pada nilai. Visi hidup memiliki peran penting karena mampu menuntun seseorang menentukan tujuan jangka panjang dalam hidupnya.

Selain visi, hal kedua yang selalu dimiliki para pelopor adalah konsistensi dalam menjaga kebiasaan positif.

"Visi memiliki peran sangat penting karena ia ibarat peta yang membuat kita memiliki tujuan sekaligus strategi untuk mencapainya. Peran visi demikian penting sehingga dalam Kepemimpinan Bertumbuh visi menjadi fondasi paling dasar bagi lahirnya kepemimpinan. Hampir semua pelopor, baik pelopor di bidang politik, sosial, maupun ilmu pengetahuan memiliki visi yang kuat, yaitu visi yang membuatnya melihat persoalan dari perspektif yang lebih luas," ucap Prof Fathur. (Sgi)

Kredit

Bagikan