PMK Merebak, Wisata Gerobak Sapi di Bantul Tumbang

user
danar 03 Agustus 2022, 11:30 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku atau PMK tidak sekadar melumpuhkan sektor usaha budidaya sapi secara langsung. Tetapi imbas dari PMK telah menghentikan aktivitas wisata gerobag sapi yang digelar setiap Minggu Pon di Lapangan Jodog Legi, Kalurahan Gilangharjo, Kapanewon Pandak, Kabupaten Bantul.

Sekarang paket wisata naik gerobag boleh dibilang lumpuh total. Padahal sebelum wabah PMK meluas, setiap Minggu Pon puluhan gerobag sapi menunggu penumpang disisi utara Lapangan Jodog.

Ketua Payuban Gerobak Sapi 'Guyup Rukun' Kabupaten Bantul, Isdi, Rabu (3/8/2022), mengatakan, sejak PMK kian menjadi di Kabupaten Bantul. Kegiatan pertemuan rutin Paguyuban Gerobak Sapi 'Guyup Rukun' Kabupaten Bantul sementara dihentikan. Sehingga aktivitas gerobak keliling Jodogkarto juga mandeg total.

"Sudah dua kali pertemuan Paguyuban Gerobak Sapi 'Guyup Rukun' Kabupaten Bantul kita hentikan, dampaknya jelas aktivitas wisata keliling naik gerobak sapi di Jodogkarto juga berhenti," ujarnya.

Selain itu, anggota paguyuban sopir gerobak sapi atau 'bajingan' sepakat, selama PMK belum aman kegiatan pertemuan rutin dan wisata menaiki gerobak sapi keliling Jodogkarto tidak dilakukan.

"Yang jelas teman-teman takut sapinya terpapar PMK. Virus itu tidak kelihatan dan penyebarannya cepat sekali," ujarnya.

Nantinya jika sudah terkondisi semua, wisata keliling naik gerobak sapi akan kembali digelar.

Sementara Lurah Gilangharjo Kapanewon Pandak Bantul, Drs Pardiyono memaklumi keputusan Paguyuban Gerobak Sapi 'Guyup Rukun' menghentikan pertemuan rutin setiap Minggu Pon di Lapangan Jodog Legi.

"Paling utama kesehatan sapinya, jangan sampai justru terjadi penularan PMK," ujarnya.

Selain itu, dampak lainnya ialah terhentinya aktivitas wisata keliling Jodogkarto dengan gerobak sapi.

"Semoga wabah PMK berlalu dan aktivitas wisata berkeliling dengan gerobak sapi di Jodogkarto ini kembali berjalan," jelasnya.(Roy)

Kredit

Bagikan