Tentukan Jenis Virus, Pemkot Tunggu Uji Laboratorium

user
danar 03 Agustus 2022, 14:10 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemkot Yogya masih menunggu hasil uji laboratorium guna menentukan jenis virus yang menjadi potensi paparan Covid-19 belakangan ini. Sampel dari pasien yang terkonfirmasi positif dengan kondisi klinis tertentu juga telah dikirim ke laboratorium sejak pekan lalu.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data Dinas Kesehatan Kota Yogya Lana Unwanah, menjelaskan pengiriman sampel ke laboratorium tersebut untuk memastikan jenis virus yang menyerang termasuk potensi paparan dari subvarian terbaru. "Sampel yang kami nilai probable subvarian terbaru dikirimkan ke laboratorium untuk pemeriksaan. Tetapi untuk memastikan hasilnya dibutuhkan waktu cukup lama," jelasnya, Selasa (2/8/2022).

Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, varian yang banyak ditemukan akhir-akhir ini adalah sub varian Omicron BA.4 dan BA.5. Bahkan kini muncul subvarian terbaru BA.2.75. Akan tetapi tingkat fatalitas dari subvarian baru tersebut juga rendah. "Dari sampel yang sudah kami kirim, belum bisa dipastikan apakah pasien tersebut terpapar subvarian terbaru atau tidak karena uji membutuhkan waktu lama, harus melalui tes whole genome sequencing (WGS)," imbuhnya.

Meskipun dalam beberapa pekan terakhir terjadi kenaikan kasus Covid-19 yang cukup signifikan di Kota Yogya, namun pihaknya memastikan kesiapan fasilitas layanan kesehatan. Ruang perawatan di rumah sakit rujukan dan isolasi terpadu untuk pasien bergejala ringan dipastikan siap merawat pasien. Selter isolasi di Rusunawa Bener saat ini merawat dua pasien. Sedangkan bed occupancy rate (BOR) rumah sakit kurang dari 10 persen.

Selain menunggu hasil uji laboratorium terhadap sampel yang sudah dikirimkan, Pemkot Yogya juga memperkuat upaya testing dan tracing. Salah satunya menggencarkan skrining kesehatan bagi siswa yang sudah dua pekan menjalani pembelajaran tatap muka di sekolah.

Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogya Hasyim, mengatakan sejauh ini diketahui ada delapan siswa yang terkonfirmasi positif Covid-19 hasil dari skrining. Akan tetapi tidak ada sekolah yang sampai ditutup atau pembelajarannya dialihkan secara daring. "Hanya kelas yang ditemukan kasus positif saja yang ditutup," tandasnya.

Penutupan kelas dilakukan karena tingkat positif dari hasil skrining kurang dari lima persen. Sedangkan kebijakan penutupan seluruh sekolah akan ditempuh jika tingkat positif temuan kasus terkonfirmasi positif mencapai lebih dari lima persen.

Hasyim menambahkan, tracing terhadap kontak erat siswa yang terkonfirmasi positif juga tetap digencarkan. Pihaknya pun tetap memantau pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah yang saat ini telah menerapkan pembelajaran tatap muka secara penuh. (Dhi)

Kredit

Bagikan