ASN Abaikan Vaksin, Tunjangan Penghasilan Bakal Ditangguhkan!

user
agus 02 Agustus 2022, 09:50 WIB
untitled

PURBALINGGA, KRJOGJA.com –  Sekretaris Daerah (Sekda) Purbalingga Herni Sulasti mengancam menangguhkan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Purbalingga yang mengabaikan vaksinasi. Penangguhan itu bagi ASN yang sesuai jadwal seharusnya mendapatkan vaksin dosis 1,2,3 tapi belum menjalani vaksinasi.

“Pemprov Jateng mentargetkan capaian vaksinasi booster atau dosis ketiga setiap kabupaten minimal 30 persen. Saat ini persentase vaksinasi booster atau dosis ketiga baru mencapai 26,45 persen,” tutur Herni, Senin sore (1/8/2022).

Melalui surat edaran kepada seluruh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Purbalingga, Herni meminta pimpinan satuan kerja untuk memobilisasi seluruh ASN untuk melakukan vaksinasi booster. Ancaman penangguhan TPP bagi ASN yang bandel itu tertuang dalam surat tersebut.

Dinas Pendidikan juga  saya minta melakukan sosialisasi di SLTA di Purbalingga yang memiliki peserta didik dengan usia 18 tahun ke-atas. Dinas Tenaga Kerja (Dinnaker) diminta memerintahkan perusahaan agar karyawannya melakukan booster. Sedangkan Dinas Sosial Pengendalian Pendudukan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DinsosdaldukKBP3A  agar mewajibkan vaksin booster bagi penerima bantuan sosial.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga, Jusi Febrianto menuturkan, tenaga kesehatan di Purbalingga bakal mendapatkan vaksin booster kedua atau dosis keempat dalam waktu dekat. Dosis keempat itu diperlukan agar Nakes mendapatkan pembaruan anti bodi sehingga lebih sehat dan kuat.

“Mengkondisikan Nakes lebih mudah. Dalam waktu dekat akan dapat booster kedua atau dosis keempat,” ujarnya.  (Rus)

Kredit

Bagikan