Soal Difabel Ditolak Naik KRL di Balapan, KAI Commuter Minta Maaf

user
Ary B Prass 28 Juli 2022, 13:27 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Beberapa hari lalu muncul unggahan di sosial media yang menunjukkan seorang difabel ditolak naik KRL Solo-Jogja dari Stasiun Balapan.

Hal tersebut menjadi perhatian, padahal penumpang tersebut sebelumnya sudah menempuh perjalanan dari Yogyakarta (Lempuyangan) menuju Solo menggunakan moda transportasi pengganti KA Prameks tersebut.

Leza Arlan, Manager External Relations & Corporate Image Care KAI Commuter membenarkan adanya peristiwa tersebut pada Senin 25 Juli lalu. Pihaknya menyatakan akan meminta maaf pada pengguna dengan disabilitas tersebut secara langsung.

“KAI Commuter juga akan segera menemui pengguna tersebut untuk menyampaikan permintaa maaf secara langsung. Sebelumnya pengguna tersebut juga telah menggunakan KRL dari Stasiun Lempuyangan dan dibantu petugas di stasiun dan di dalam KRL,” ungkapnya melalui rilis tertulis pada media, Kamis (28/7/2022).

Leza menyampaikan kronologi kejadian di Stasiun Solo Balapan, di mana saat itu petugas menawarkan menggunakan kursi roda yang tersedia di stasiun agar dalam pelayanan bisa membantu dan memastikan keselamatan baik ketika naik turun lift ataupun KRL, mengingat memang alat pembantu yang digunakan berbeda.

Pihaknya pun meminta maaf apabila pelayanan dan penanganan petugas saat itu tidak sempurna.

“Untuk kenyamanan pengguna dengan disabilitas KAI Commuter menyediakan Pusat Pelayanan Disabilitas yang dapat dimanfaatkan oleh penggunanya. Sebelum bepergian menggunakan KRL dapat menghubungi nomor pelayanan 081296605747 dapat melalui telepon, SMS, dan layanan whatsapp untuk menginformasikan perkiraan waktu kedatangannya di stasiun keberangkatannya.

Pengguna dengan disabilitas dapat memanfaatkan fasilitas pelayanan khusus disabilitas dan bantuan petugas di stasiun keberangkatan. Selanjutnya, petugas akan berkoordinasi dengan petugas baik di dalam KRL maupun petugas di stasiun tujuan, petugas juga akan mengantarkan hingga hendak menggunakan moda transportasi lanjutan,” terangnya.

Dalam video yang diunggah oleh beberapa akun berfollowers besar itu diketahui penumpang dengan disabilitas mendapat penolakan dari dua petugas di stasiun.

Difabel bernama Yohan itu mempertanyakan alasan logis mengapa tak diperkenankan naik KRL dengan kondisinya yang menggunakan kursi roda berbentuk sepeda dengan tiga roda, penunjang mobilitasnya sehari-hari.

Petugas tetap tak mengijinkan difabel itu masuk ke KRL karena dimensi kursi roda yang dinilai terlalu panjang. (Fxh)

Kredit

Bagikan