Soal TPA Piyungan, Sultan Minta Sampah Bisa Dikelola Maksimal Sebelum Dibuang

user
agus 25 Juli 2022, 15:15 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Gubernur DIY, Sri Sultan HB X meminta pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) regional Piyungan dilakukan dengan mempertimbangkan sisi ekonomis. Sultan menyatakan agar sampah tak hanya dibuang begitu saja namun diubah menjadi sesuatu bernilai.

Kepada wartawan usai menggelar rapat dengan tim ahli dari pusat dan daerah, Senin (25/7/2022), Sultan mengatakan bahwa masih ada beberapa pilihan pengelolaan sampah di Piyungan nantinya. Saat ini Pemda DIY dan pemerintah pusat masih mencari pilihan terbaik terkait metode dan teknologi apa yang nantinya digunakan.

“Belum fix kita masih bicara pilihan-pilihan terbaik tapi bagaimana sampah ini bukan sekedar barang dibuang namun diubah jadi barang baku yang punya nilai. Entah itu kertasnya, plastiknya mungkin pupuk daun dan sebagainya. Itu kan ada investasi sampah tidak terbuang namun jadi bahan baku punya nilai. Nah pilihan-pilihan itu tim ahli yang lebih tahu,” ungkap Sultan pada wartawan.

Meski begitu, Sultan menegaskan bahwa proyek pengelolaan sampah di Piyungan ditargetkan mulai pada 2024 mendatang. “Ini 2024 tapi tahun ini pilihan kita selesaikan dan 2023 bisa melangkah lebih lanjut. Ini harus pasti, ada pembebasan tanah untuk lindinya hilang dan pengeringan, air keluar dari lahan sampah agar tidak bau,” lanjut Sultan.

Soal TPA Piyungan, Sultan Minta Sampah Bisa Dikelola Maksimal Sebelum Dibuang

Sementara, Donny Hamdani, Direktur Keuangan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia menambahkan pihaknya saat ini masih terus melakukan survei untuk menentukan pilihan pengelolaan Piyungan ke depan. Dari sisi teknologi pengelolaan sampah sudah banyak di pasar baik dalam dan luar negeri, namun perlu dilihat beberapa hal untuk mendukung keputusan akhir nantinya.

“Seperti apa yang diminta Ngarsa Dalem, agar sampah tidak menjadi beban yang hanya harus dibuang atau dihilangkan namun diubah jadi bentuk lainnya. Untuk opsi-opsinya kita masih melihat berdasar kajian, sampah yang bisa di reuse atau recycle bisa dimaksimalkan.  Melihat timeline masih sangat dimungkinkan (2024),” tandas dia.

PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia akan mendampingi pelaksanaan proyek pengelolaan sampah Piyungan dari awal hingga akhir nanti. Piyungan menjadi salah satu proyek awal persampahan di Indonesia yang harapannya bisa berjalan sukses. (Fxh)

Kredit

Bagikan