SLI Mampu Meningkatkan Produktifitas Pangan di Indonesia Hingga 30 Persen

user
danar 24 Juli 2022, 14:10 WIB
untitled

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Iklim (SLI) sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional. Sejak 2011, hingga saat ini peserta SLI mencapai 16 ribu yang tersebar dari Sabang hingga Merauke.

Kepala Pusat Layanan Informasi Iklim Terapan BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan SLI merupakan upaya BMKG guna mendukung ketahanan pangan nasional yang menjadi program Presiden Joko Widodo.

"SLI digelar supaya bangsa Indonesia tetap bisa menyediakan pangan," kata Ardhasena Sopaheluwakan, Minggu (24/7/2022).

Dia mengatakan pada Kamis lalu BMKG menggelar Forum Group Discussion (FGD) SLI sebagai rangkaian Hari Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Nasional tahun 2022 di Soropadan Agro Expo, Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

Dia menyampaikan SLI yang dihelat sejak 2011 dari Sabang sampai Merauke tersebut dengan berbagai tema dan pesertanya sekitar 16.000 peserta. Tiap tahun ada 60 lokasi yang menjadi sasaran.

Diterangkan SLI merupakan mekanisme membantu petani memahami informasi iklim. Sebab, perubahan iklim tantangannya cukup banyak, yaitu berdampak pada pertanian dan ketahanan pangan.

"Melalui SLI untuk membantu petani membaca tanda-tanda terkait iklim sehingga bisa mengelola pertaniannya dengan baik. SLI terbukti menaikkan produktivitas pangan, secara nasional meningkatkan produktivitas 20-30 persen," katanya.

Staf Ahli Kepala BMKG Herizal menyampaikan pada pola tanam, petani saat ini sudah mempertimbangkan iklim.

Pertanian merupakan kegiatan yang dilakukan di tempat terbuka sehingga sangat berkaitan dengan cuaca dan iklim, kalau petani tanpa dibekali informasi iklim maka tingkat kegagalan tinggi.

Menurut dia kegiatan SLI ini berawal dari ketahanan pangan berupa padi, tetapi dalam perjalanannya pertanian bukan hanya padi, tetapi juga ada sektor lain seperti hortikultura dan tanaman keras.

Kepala Stasiun Klimatologi Jawa Tengah Sukasno menyampaikan FGD ini merupakan rangkaian kegiatan SLI tahun 2022 yang diselenggarakan Stasiun Klimatologi Jateng.

FGD ini diikuti 50 peserta dari lima kecamatan di Kabupaten Temanggung yang pernah dilaksanakan SLI operasional, yakni Kecamatan Pringsurat, Kedu, Tlogomulyo, Kaloran, dan Kecamatan Kledung.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Tunggul Purnomo mengatakan petani harus benar-benar menyerap ilmu pengetahuan yang ditranfer dari petuga BMKG dalam SLI. "Dewan sangat mendukung diselenggarakannya SLI," kata dia.

Dia berharap usai mengikuti SLI, petani bisa menerapkannya dalam bertani sehingga bisa meningkatkan produktivitas dan memantapkan ketahanan pangan. "Petani juga haruss menyebarkan ilmu pengetahuan, informasi dan keterampilan yang diperoleh pada petani lain," kata dia. (Osy)

Kredit

Bagikan