Sultan: Penularan Kasus di DIY Masih Terkendali

user
danar 22 Juli 2022, 08:30 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Penambahan kasus Covid-19 di DIY mengalami tren kenaikan dalam beberapa waktu terakhir. Adanya kenaikan kasus Covid-19 tersebut berdampak pada kenaikan jumlah penghuni di shelter isolasi dan pasien di RS rujukan. Walaupun kenaikannya tidak terlalu banyak, tapi tetap membutuhkan perhatian dan penanganan serius.

"Memang di DIY ada kenaikan kasus harian, namun penularan Covid-19 di DIY masih terkendali. Meski begitu mayoritas pasien Covid-19 hanya mengalami gejala ringan bahkan tidak menunjukkan gejala sama sekali. Sehingga mayoritas mereka yang dinyatakan positif tidak membutuhkan perawatan di fasilitas layanan kesehatan tapi cukup isolasi mandiri,"kata Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Kompleks Kepatihan, Kamis (21/7/2022).

Menurut Sultan, banyaknya pasien Covid-19 yang menjalani isolasi mandiri membuat tingkat keterisian rumah sakit atau bed occupancy ratio (BOR) tetap rendah. Jadi adanya kenaikan kasus Covid-19 yang saat ini terjadi belum terlalu berdampak pada BOR di RS. Walaupun begitu bukan berarti masyarakat menjadi lengah atau abai terhadap kenaikan kasus.

"Kami belum ada rencana untuk merevisi kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah. Karena kasus harian Covid masih terkendali, satuan pendidikan masih diperbolehkan untuk menggelar PTM dengan kapasitas penuh,"ungkap Sultan.

Gubernur DIY mengungkapkan, masyarakat DIY sudah paham dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 . Karena pandemi Covid-19 sudah terjadi dua tahun lebih, sehingga penegakkan Prokes sudah menjadi budaya dalam kehidupan di masyarakat. Selain itu masyarakat yang didalamnya termasuk pelajar sebagian besar sudah divaksin Covid-19 hingga dosis kedua. Sehingga jika ditemukan penularan cukup dilakukan penelusuran kontak erat untuk memutus rantai penularan. Sementara untuk kelas yang siswa ada yang terpapar akan ditutup untuk sementara waktu.

"Wong pandemi Covid sudah 2 tahun lebih mosok mau sosialsiasi. Apalagi lagi yang mau disosialisasikan masak sudah 2 tahun tidak tahu. Wong mayoritas dari mereka sudah dua kali vaksin," ungkap Sultan. (Ria)

Credits

Bagikan