Perkotaan Masih Absolut Penduduk Miskin di DIY Berkurang 19,7 Ribu Orang

user
Ary B Prass 18 Juli 2022, 18:57 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Jumlah penduduk miskin DIY pada Maret 2022 sebanyak 454,76 ribu orang atau turun 19,7 ribu orang terhadap September 2021.

Apabila dibandingkan Maret 2021, jumlah penduduk miskin Maret 2022 turun 51,7 ribu orang.

Jika dilihat persentasenya penduduk miskin Maret 2022 turun 0,57 persen menjadi 11,34 persen dibandingkan September 2021.

Dari persentase penduduk miskin tersebut, DIY menempati posisi ke-13 secara nasional di bawah Lampung.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DIY Sugeng Arianto mengatakan secara umum, tingkat kemiskinan di DIY menunjukkan kecenderungan yang menurun, baik dari sisi jumlah maupun persentase pada periode Maret 2015 hingga Maret 2022.

Namun demikian, terdapat beberapa fluktuasi peningkatan kemiskinan.

" Tingginya kemiskinan dipicu kenaikan harga barang kebutuhan pokok akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) pada Maret 2015. Selain itu, pada Maret 2020, September 2020 dan Maret 2021 terjadi peningkatan kemiskinan yang diantaranya disebabkan wabah Covid-19," tuturnya di Yogyakarta, Senin (18/7/2022).

Sugeng menyatakan jumlah penduduk miskin secara absolut di DIY paling banyak terdapat di daerah perkotaan.

Berdasarkan hasil Susenas Maret 2022, jumlah penduduk miskin di wilayah perkotaan DIY sebanyak 315,46 ribu orang yang dua kali lipat jumlah penduduk miskin di perdesaan sebesar 139,30 ribu orang.

" Secara persentase, penduduk miskin di perdesaan lebih banyak dibandingkan di perkotaan. Pada Maret 2022, persentase penduduk miskin di perdesaan tercatat 13,65 persen. Dengan demikian, rata-rata terdapat sekitar 14 penduduk miskin di antara 100 orang penduduk di perdesaan. Sementara itu, persentase penduduk miskin di perkotaan sebanyak 10,56 persen," terangnya.

Sedangkan Garis Kemiskinan pada Maret 2022 tercatat Rp 521.673,00/kapita/bulan dengan komposisi Garis Kemiskinan Makanan sebesar Rp 378.902,00 (72,63 persen) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan sebesar Rp 142.770,00 (27,37 persen).

Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan terlihat peranan komoditi makanan masih jauh lebih besar dibanding komoditi bukan makanan yaitu sebesar 72,63 persen pada Maret 2022.

" Pada Maret 2022, secara rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,28 orang anggota rumah tangga. Apabila ditinjau secara rumah tangga, maka Garis Kemiskinan rumah tangga mencapai Rp 2.232.760,00/rumah tangga/bulan," imbuh Sugeng. (Ira)

Credits

Bagikan