Dua Pencari Tupai Jadi Jambret

user
ivan 15 Juli 2022, 00:32 WIB
untitled

BOYOLALI, KRJOGJA.com - Berpura pura mencari tupai, dua orang pria berinisal RW (39) warga Ngaru aru Banyudono dan EJP (20) warga Tlawong Sawit Boyolali harus berurusan Polisi. Keduanya ditangkap setelah melakukan penjambretan di wilayah Cepogo.

Kapolres Boyolali AKBP Asep Mauludin mengatakan, berdasarkan laporan dari warga asal Cepogo adanya penjambretan pada Rabu (06/07/2022) siang. Atas laporan tersebut anggota Satreskrim langsung melakukan pengejaran terhadap para tersangka.

“Tersangka dibekuk petugas di tempat persembunyiannya di wilayah Grogol Sukoharjo, berserta barang buktinya,” katanya di Mapolres Boyolali, Kamis (14/07/2022).

Pejambretan tersebut bermula, saat kedua tersangka mengendarai sepeda motor jenis metic berboncengan dan memepet korbannya dari sebelah kiri. Setelah dapat mendekati korban, para tersangka langsung mengambil dompet milik korban.

“Mereka berdua setelah mendapatkan dompet dari korban langsung melarikan diri. Namun, korban tersebut langsung teriak minta tolong dan mengejarnya,”jelas Kapolres.

Dikatakanya, setelah korban mendekati para tersangka tersebut, tersangka langsung mengeluarkan ketapel dan gotri untuk menyerang korban. Setelah mendapat serangan ketapel korban memperlambat laju kendaraannya.

“Jadi tersangka yang membonceng tersebut menggeluarkan ketapel, akhirnya korban takut. Para tersangka akhirnya berhasil melarikan diri,” kata dia.

Dengan kesigapan para petugas, kedua tersangka berhasil diamankan berikut barang bukti. “Kedua tersangka dibekuk di sebuah kos kosan di Desa Randusari, teras, Boyolali. Petugas mengamankan tersangka sekaligus barang bukti dari hasil kejahatan,” jelas Kapolres.

Barang bukti yang diamankan petugas berupa satu unit sepeda motor metic warna hitam, satu buah gotri, sarung tangan dan jaket. Menurut pengakuan para tersangka, berawal mencari tupai, namun lantaran lapar kemudian melakukan penjembretan.

“Waktu menjambret membawa ketapel dan gotri yang didapat dari sebuah bengkel motor. Ketapel untuk menakuti korban. Waktu itu ketapelnya saya buang,” kata dia. (R-3)

Kredit

Bagikan