Seniman Gunung Sumbing Menggelar Tradisi Grebeg Besar

user
danar 14 Juli 2022, 17:50 WIB
untitled

TEMANGGUNG, KRJOGJA.com - Grebeg Besar Sesaji Puji Jagad digelar petani di lereng Gunung Sumbing di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo Rabu (13/7/2022) hingga Sabtu (16/7/2022)

Panitia Grebeg Besar Lukman Sutopo mengatakan tradisi Grebeg Besar untuk melestarikan warisan tradisi budaya yang ada di desa tersebut pada anak cucu atau generasi selanjutnya.

"Tradisi Grebeg Besar kaya akan nilai-nilai kearifan lokal, sehingga terus dilestarikan meski saat Pandemi Covid-19," kata Lukman Sutopo, Kamis (14/7/2022).

Dikatakan sejumlah kesenian dan upacara tradisi dihelat pada Grebeg Besar, yang diantaranya wayang kulit, reog Singo Manunggal, ketoprak, bangilon, kubro siswo, angklungan, dan kuda lumping.

"Seniman yang tampil dari lokal Desa Legoksari dan sejumlah daerah di Lereng Gunung Sumbing," kata dia.

Dikatakan para seniman yang tampil lintas generasi dari yang tua sampai anak-anak. Mereka terkadang tampil bersama untuk memeriahkan pesta kesenian.

"Kami petani juga merupakan seniman, darah seni mengalir dari nenek moyang dan orang tua," kata dia.

Ketua DPRD Kabupaten Temanggung Yunianto ditemui disela pertunjukkan menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada penitia penyelenggaran beserta masyarakat yang telah sukses dalam menyelenggarakan Grebeg Besar.

"DPRD menyampaikan apresiasi pada warga yang tetap menyelenggarakan upacara adat untuk melestarikan tradisi budaya," kata dia.

Dia mengatakan seluruh komponen masyarakat desa saling asah asih asuh, 'manjing jer ajur' bersama untuk nguri uri budoyo jowo, adat istiadat dan budoyo adiluhung.

"Saya kemarin mengikuti doa bersama yang dilanjutkan pagelaran wayang kulit dengan dalang Lukman Sutopo," kata dia.

Dia mengatakan apa yang dilakukan warga di Desa Legoksari bisa menjadi contoh dan suri tauladan yang baik untuk warga di Kabupaten Temanggung khususnya dan Indonesia pada umumnya.

Manusia kata dia, harus selalu nguri-uri budaya adiluhung yang sangat melekat di hati dan sanubari masyarakat. Sebab secara kultur budaya dan sosiologi manusia tidak bisa dipisahkan dengan seni dan budaya.

Dikatakan nguri uri budaya adi luhung juga sebagai salah satu variabel dalam bersyukur pada Tuhan, selain itu selalu ingat perjuangan dan warisan para leluhur. (Osy)

Credits

Bagikan