Bank BPD DIY Bantu Fasilitas, Bupati Sleman Luncurkan Pasar Potrojayan

user
danar 13 Juli 2022, 21:55 WIB
untitled

SLEMAN, KRJOGJA.com - Pasar Potrojayan, Prambanan Sleman telah selesai direvitalisasi oleh Pemerintah Kabupaten Sleman. Peluncuran perdananya (setelah direvitalisasi) dilakukan oleh Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo ditandai dengan pemotongan pita dilanjutkan peninjauan pasar, Selasa (12/7/2022).

Di sela acara peluncuran, dilakukan penyerahan CSR Bank BPD DIY untuk melengkapi fasilitas Pasar Potrojayan yang diserahkan oleh Direktur Umum Bank BPD DIY Cahya Widi diterima bupati.

Bupati Kustini berpesan agar Pasar Potrojayan yang sudah direvitalisasi dijaga keamanannya dan kebersihannya. Menurutnya, jika pasarnya aman dan bersih, maka penjual maupun pembeli akan semakin nyaman dan betah di pasar.

"Siapa yang menjaga (keamanan dan kebersihan pasar), ya kita semua," kata bupati seraya mengucapkan terima kasih kepada Bank BPD DIY yang telah memberikan bantuan penyempurnaan pasar melalui program CSR.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sleman, Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, dana revitalisasi Pasar Potrojayan bersumber dari APBN yang disempurnakan lagi dengan dana APBD. Luas Pasar Potrojayan yaitu 3.300 meter persegi dengan jumlah pedagang sebanyak 331 orang.

"Pembangunan pasar ini sudah mengakomodir seluruh pedagang, jadi para pedagang bisa beraktivitas (berdagang) dengan tempat yang lebih layak dan nyaman," katanya.

Direktur Umum Bank BPD DIY Cahya Widi mengatakan, dana CSR (Corporate Social Responsibility) Bank BPD DIY sebesar Rp 200 juta untuk Program Fasilitasi Pasar Potrojayan. Bantuan diwujudkan dalam bentuk pembuatan gledek seragam dengan bahan stainless untuk pedagang. Pembuatan ruang kesehatan dan ruang laktasi serta running text. Penambahan fasilitas umum berupa TV plasma (untuk daftar harga komoditi), speaker, rak gudang dan show case lemari pendingin (untuk daging).

Kemudian penambahan fasilitas ruang ibadah. Pembuatan 'Pojok Selfie' berupa ruang terbuka dengan taman. Pembuatan papan nama dan papan penunjuk komoditas untuk memudahkan pembeli dalam berbelanja. "Program Fasilitasi Pasar Potrojayan diharapkan mampu mempertahankan eksistensi pasar tradisional agar tetap kuat dan memiliki daya saing dengan pasar modern," kata Cahya Widi. (Dev)

Kredit

Bagikan