Jemparingan Mulai Digandrungi Para Pelajar di Klaten

user
Ary B Prass 12 Juli 2022, 13:37 WIB
untitled

KLATEN, KRJOGJA.com - Jemparingan atau olahraga memanah tradisional semakin diminati masyarakat Klaten.

Kini banyak komunitas termasuk pelajar yang mulai mencintai jemparingan, bahkan olahraga tradisional ini akan masuk dalam agenda hari jadi Klaten tahun 2022.

Tonang Juniarta (32), Wakil Kepala Bidang Humas SMPN 2 Klaten, salah seorang yang berusaha untuk memasyarakatkan jemparingan tersebut.

Bahkan di SMPN 2 Klaten tempatnya mengajar, ada komunikatas Jendal Maja, yakni Jemparingan Dalu Malam Jumat yang diikuti pelajar setempat.

Walaupun komunitas jemparingan di Klaten masih terbatas, namun peminat terus bertambah. Khususnya dari kalangan anak muda dan pelajar.

Saat ini ada 26 komunitas tersebar di setiap kecamatan di Klaten.

“Jemparingan itu olahraga unik. Selain pemanah harus menggenakan baju surjan,  tutup kepala blangkon,dan kain jarik, saat memanah pun harus bersila di tanah alias bersimpuh. Gendewa atau alat memanah dan busurnya pun sederhana dari kayu bambu. Jadi sangat menantang,” kata Tonang, Selasa (12/7/2022).

Lebih lanjut Tonang Juniarta mengatakan, jemparingan sarat filosofi orang Jawa. Tidak saja alat dan busananya yang sederhana khas, tapi cara memeragakan saat memanah menunjukan nilai kesetaraan antar umat manusia.

“Para Senopati perang Kraton dulu menggunakan Jemparingan sebagai saluran berbicara dengan rakyat jelata. Ketika mereka menarik busur dengan anak panah yang sudah dikokang, mereka semua harus duduk bersimpuh.  Disinilah nilai kesetaraan itu dan menghapus sekat perbedaan.  Tidak ada ningrat, tidak ada rakyat. Status tidak membuat jarak antara kaum kerajaan dengan rakyat,” jelas Tonang.

Terkait geliat jemparingan di Klaten, Tonang mengatakan, akan dimasukan dalam agenda Hari Jadi Klaten 2022. Dijelaskan kalau jemparingan akan digelar di Lapangan Kalibajing, Klaten.

“Untuk skala nasional seni memanah tradisonal jemparingan akan masuk agenda Hari Jadi Klaten 2022. Tepatnya di Lapangan Kalibajing, Pakahan, Jogonalan, Klaten. Ajang ini semoga bisa mengangkat pamor jemparingan di Klaten dan mengundang tamu dari luar kota,”kata Tonang pula.

Untuk main jemparingan, pemanah harus memenuhi beberapa sarat,antara lain wajib mengenaikan pakaian jawa berupa surjan, jarik dan ikat kepala blangkon. (Sit)

Kredit

Bagikan