Serikat Pekerja di Yogya Diverifikasi Ulang

user
danar 11 Juli 2022, 07:33 WIB
untitled

YOGYA, KRJOGJA.com - Pemkot Yogya melakukan proses verifikasi terhadap keberadaan serikat pekerja. Terutama untuk penshahihan data keanggotaan serikat pekerja. Hal ini lantaran keberadaannya memiliki peran strategis dalam menjaga hubungan industrial.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kota Yogya Maryustion Tonang, menjelaskan jumlah serikat pekerja yang terdaftar sebanyak 160 serikat. "Akan tetapi dengan kondisi pandemi selama hampir dua tahun, serikat pekerja yang masih aktif dan memenuhi syarat sejumlah 125 serikat," jelasnya, Minggu (10/7/2022).

Oleh karena itu pada tahun ini pihaknya melakukan verifikasi untuk mengetahui pensahihan data keanggotaan serikat pekerja. Proses verifikasi pada tahun ini sekaligus untuk memilih keterwakilan unsur dari serikat pekerja yang akan duduk di kelembagaan hubungan industrial.

Maryustion mengungkapkan keterwakilan unsur pekerja dalam kelembagaan hubungan industrial yang diwakili oleh serikat pekerja mempunyai fungsi yang strategis untuk mewakili kepentingan seluruh pekerja. "Proporsi keterwakilan tersebut ditentukan berdasarkan jumlah keanggotaan serikat pekerja," imbuhnya.

Sehingga untuk menentukan serikat pekerja dengan jumlah keanggotaan terbanyak perlu tersedia data keanggotaan serikat pekerja yang lengkap dan akurat. Kelembagaan hubungan industrial yang ada di Kota Yogya adalah Dewan Pengupahan Kota (DEPEKO), Lembaga Kerja Sama (LKS) tripartit, dan deteksi dini ketenagakerjaan.

Sementara Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogya Ir Aman Yuriadijaya, menyambut baik upaya verifikasi untuk penshahihan data tersebut. Dirinya menegaskan Pemkot Yogya terus berkomitmen dalam mewujudkan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan. "Untuk mencapai hubungan kerja yang sehat dan harmonis dibutuhkan adanya pemahaman mengenai posisi, hak dan kewajiban baik dari sisi pemberi kerja maupun pekerja," katanya.

Aman mengungkapkan perusahaan harus mampu mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dalam konteks pelaksanaan tugas di tempat kerja, memberikan upah yang sesuai, serta mendukung terciptanya work-life balance bagi pekerja. Akan tetapi di sisi lain, pekerja juga diharapkan memberikan kontribusi terbaiknya bagi perusahaan, turut menjaga stabilitas, ketertiban, dan kenyamanan dalam lingkungan kerja, serta menaati aturan yang telah ditetapkan oleh perusahaan. (Dhi)

Kredit

Bagikan