Sholat Idul Adha Beda Hari Namun Tetap Ada Kebersamaan

user
Ary B Prass 10 Juli 2022, 11:17 WIB
untitled

KLATEN, KRJOGJA.com - Perbedaan hari pelaksanaan sholat Idul Adha di Kabupaten Klaten tetap memunculkan solidaritas antar muslim.

Sebagian umat Islam di Klaten melaksanakan sholat dan menyembelih hewan kurban pada hari Sabtu 9 Juli 2022, namun sebagian lainya melaksanakan sholat pada hari Minggu 10 Juli.

Kedua kelompok tetap saling menghormati, bahkan ada juga dalam satu kampung, umat yang telah melaksanakan sholat pada hari Sabtu,  memilih menyembelih hewan kurban pada hari kedua, hari Minggu, sehingga mereka tetap bisa bersamaan dengan saudara muslim yang  baru sholat pada hari Minggu.

Sholat Idul Adha pada Minggu cukup meriah namun tetap khusyuk. Antara lain dilaskanakan di lapangan Dodidklatur, Klaten Selatan.

Selain itu, ada juga warga yang melaksanakan sholat Iudl Adha di rumah dan pekarangan warga. Yakni di Rt 02 RW 04 Dukuh Surdanan, Desa Danguran, Klaten Selatan.

Warga di Surdanan menggelar sholat Idul Adha rumah dan pekarangan milik Ny Nurkimah dengan imam/khatib Ustadz Amirul Mukminin.

Waga berduyun-duyun untuk melaksanakan sholat di tempat ini. Bahkan ada yang cukup menarik, karena usai menunaikan sholat, jamaah mendapatkan pembagian snack.

Mereka bersalam-salamam menyambut hari raya dengan bahagia.

Imam sekaligus khatib, Ustadz Amirul Mukminin mengajak jamaah untuk meningkatkan dan menyempurnakan tauhid pada Allah SWT.

“Di hari tasrik kaum muslimin  hanya mempersembahkan ibadah pada Allah. Ini syiar paling besar. Tidak ada niat kurban selain pada Allah. Dasar mengagungkan Allah dengan tauhid pada Allah.  Jauhi segala bentuk kesyirikan dengan terus belajar akidah yang benar seperti dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” kata ustadz Amirul Mukminin.

Ustadz Amirul Mukminin juga menjelaskan, kurban dengan makna luas. Umat Islam harusnya siap mengorbankan segala yang dimiliki. Baik harta, pikiran, waktu, bahkan jiwa, untuk meraih ridho Allah.

“Semoga kita diundang oleh Allah untuk bisa Idul Adha di Mekah,” kata Ustadz Amirul Mukminin pula.

Terpisah warga Dukuh Ringin Mulya, Danguran sebagian telah melaksanakan sholat pada hari Sabtu, dan sebagian lainya baru sholat pada hari Minggu.

Kendati demikian, mereka tetap menunjukkan kebersamaan dalam penyembelihan hewan kurban, yakni mengambil waktu pada hari Minggu.

Dengan demikian warga di dukuh tersebut tetap bisa berkumpul bersama di masjid setempat untuk bergembira menyembelih hewan kurban. (Sit)

Kredit

Bagikan