Cagar Budaya Ndalem Singopuran Rencana Akan Dibangun Perumahan

user
ivan 09 Juli 2022, 14:32 WIB
untitled

SUKOHARJO, KRJOGJA.com - Cagar budaya pagar tembok batu bata Ndalem Singopuran Kartasura yang dirobohkan pemilik lahan tanpa sepengetahuan warga. Warga berharap bangunan tetap dibiarkan utuh sebagai warisan budaya bangsa karena sempat muncul kabar akan dibangun perumahan. Sedangkan pemilik lahan merobohkan pagar dengan maksud untuk mengamankan agar tidak roboh karena bangunan sudah berusia tua.

Warga Singopuran RT 03 RW 02 Desa Singopuran Kecamatan Kartasura Darsono, Sabtu (09/07/2022) mengatakan, sebagai tetangga dan warga yang tinggal sangat dekat dengan Ndalem Singopuran merasa bangga bisa melihat secara langsung cagar budaya berupa bangunan berusaha ratusan tahun masih berdiri utuh. Ndalem Singopuran juga menjadi kebanggaan Desa Singopuran dan Kecamatan Kartasura. Sebab bangunan tersebut masih ada kaitannya dengan sejarah Keraton Kartasura.

Darsono mengatakan, menurut informasi warga dan sejarah setempat lahan Ndalem Singopuran sudah beberapa kali berpindah tangan kepemilikan. Pemilik sekarang inilah yang melakukan pembongkaran pagar dengan mengunakan alat berat. Warga merasa kaget dan sama sekali tidak mendapat sosialisasi akan ada pembangunan di lahan bersejarah tersebut.

"Persisnya saya tidak tahu mau dibangun apa. Tapi kabarnya jadi perumahan, itu juga belum jelas karena memang pemilik lahan sekarang tidak sosialisasi ke warga dan warga inginnya bangunan bersejarah ini tetap utuh seperti ini sebagai cagar budaya dilindungi," ujarnya.

Munculnya kabar pembangunan perumahan menggunakan lahan Ndalem Singopuran membuat warga keberatan dan meminta pada Pemkab Sukoharjo mengambil sikap. Sebab di lahan tersebut ada bangunan yang dilindungi berupa tembok pagar keliling dari batu bata dan bangunan persinggahan dibagian dalam.

"Ndalem Singopuran ini terletak ditengah perkampungan warga. Setiap hari warga bisa melihat cagar budaya. Kalau dirobohkan dan rusak maka hilang sudah warisan budaya bangsa Indonesia," lanjutnya.

Darsono mengaku prihatin dengan kondisi Ndalem Singopuran setelah pagar tembok dirobohkan menggunakan alat berat. Sebab usai kejadian tersebut bangunan menjadi rusak parah. Batu bata yang sebelumnya tersusun rapi menjadi tembok sekarang berserakan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Darno mengatakan, sudah mendatangi lokasi Ndalem Singopuran dan bertemu dengan warga, tokoh masyarakat Desa Singopuran dan Muspika Kecamatan Kartasura. Semua aktivitas pembangunan dihentikan paksa dan tidak diperbolehkan lagi ada kegiatan pembongkaran pagar tembok Ndalem Singopuran.

"Luas lahan diperkirakan sekitar 5.000 meter persegi. Lahan ini berupa pekarangan dikelilingi tembok pagar batu bata tinggi dan didalamnya ada bangunan persinggahan. Lahan didalam yang kosong banyak ditumbuhi pohon dan rumput liar," lanjutnya. (Mam)

Kredit

Bagikan