Geger, Para Pejabat Sragen Tertipu Investasi Miliaran

user
agus 07 Juli 2022, 08:33 WIB
untitled

SRAGEN, KRJOGJA.com - Aksi penipuan berkedok investasi dilaporkan ke Mapolres Sragen, Rabu (6/7/2022). Menariknya, penipuan bernilai total miliaran rupiah ini menyasar sejumlah pejabat di lingkungan Pemkab Sragen, politisi dan pimpinan TNI/Polri setempat.

Pelaku penipuan diduga seorang pengusaha Sragen IS (55) yang berhasil meyakinkan para investor dengan janji keuntungan berlipat jika menanamkan modal di perusahaannya. Penipuan pengusaha spare part mesin tekstil ini terjadi dalam kurun waktu sejak 2015 lalu dengan korban belasan orang yang rata-rata para pejabat, anggota DPRD, pengusaha dan petinggi TNI/Polri.

Salah satu korban, Tr menceritakan, dirinya sempat terbujuk mulut manis pelaku untuk menanamkan investasi sebesar Rp 3,2 miliar. Saat itu pelaku berdalih butuh modal untuk membeli mesin pabrik di wilayah Jawa Timur. "Jadi awalnya cuma niat membantu teman (pelaku) yang butuh modal. Kebetulan janjinya kalau berhasil, akan ada bagi hasil nanti," ujarnya.

Saat itu, jelas Tr, pelaku menjanjikan bagi hasil sebesar 5-15 persen dari investasi yang disetor. "Saya menyetor total Rp 3,2 miliar dan per bulan diberi bagi hasil sebesar Rp 370 juta. Ternyata bagi hasil itu hanya berlangsung dua bulan, dan setelahnya macet," jelas pengusaha otomotif tersebut.

Dia mengaku terbujuk dengan pelaku karena sebelum dirinya, banyak pejabat dan petinggi TNI/Polri yang sudah duluan menanamkan investasi kepada perusahaan pelaku. Apalagi selama ini curcle pelaku juga rata-rata pengusaha besar dan pejabat Sragen. Tapi ternyata investasi yang ditanamkan para pejabat tersebut juga macet dan tidak kembali hingga sekarang.

Diduga para korban tidak berani melapor ke polisi karena malu ketahuan. Uang yang diinvestasikan juga tidak sedikit sehingga malu kalau sampai ketahuan publik. "Saya menginvestasikan hampir Rp 1 miliar dalan sampai sekarang juga tidak kembali. Akhirnya saya memberanikan diri ikut melapor dengan harapan tidak ada lagi korban," ujar salah satu pejabat teras Pemkab Sragen, P ditemui terpisah.

Menurutnya, korban mayoritas merupakan kalangan papan atas. Mulai dari pengusaha kondang, anggota DPRD, pejabat teras di pemerintahan, hingga petinggi TNI/Polri. "Sudah saya laporkan tapi belum ada perkembangan signifikan dari pihak kepolisian. Karena ada surat perjanjian, bukti transfer dan kesepakatan kerjasama yang diingkari. Saya sendiri sempat inves Rp 750 juta, belum pernah dapat bagi hasil tahu-tahu ternyata macet dan tidak ada itikad baik untuk mengembalikan,” ujar T, salah satu korban lain yang juga pejabat teras di Pemkab Sragen.

Dikonfirmasi , Kapolres Sragen AKBP Piter Yanottama membenarkan ada aduan dari salah satu pejabat Sragen soal kasus dugaan penipuan investasi itu. Saat ini kasusnya masih dalam tahap pendalaman dan pengumpulan keterangan serta alat bukti.

Kapolres menyebut penanganan kasus itu memang butuh kecermatan dan kehati-hatian. Sebab harus dipastikan lebih dulu apakah kasus itu lebih kuat mengarah pada tindak pidana atau perdata.

"Masih kami dalami. Perkembangan penanganan juga selalu kami sampaikan melalui SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyelidikan). Kalau aduannya kami terima dari salah satu korban. Kalau infonya banyak korban sampai petinggi TNI Polri, kami malah belum tahu. Ini masih kita tangani tapi kan harus hati-hati,” tandasnya. (Sam)

Kredit

Bagikan