Pedagang Hewan Kurban Kurangi Stok

user
ivan 05 Juli 2022, 17:11 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Dampak wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang tidak kunjung reda berdampak terhadap penjual hewan kurban di Kabupaten Bantul. Mereka tidak mau ambil risiko dengan banyak stok hewan kurban, meski permintaan pasar kian sulit dibendung.

Penjual sapi kurban Ar Rayhan di Kapanewon Kasihan, Wahyu Sinangsih, Selasa (05/07/2022) mengatakan imbas wabah PMK pihaknya langsung mengurangi stok hewan hingga 50 %. Padahal tahun sebelumnya persediaan hewan kurban mencapai 100 ekor.

Langkah tersebut diambil sebagai antisipasi serbuan wabah PMK. Meski begitu, permintaan sapi masih tinggi. Bahkan 60 ekor sapi di kandang yang berada di Bangunjiwo, Kasihan miliknya sudah habis terjual.

"Harga sapi di kandang terendah Rp 17 juta tertinggi Rp 25 juta. Permintaan pasar tinggi, tetapi demi menjaga kondisi sapi kami tidak menambah stok hewan kurban," ujarnya.

Pedagang sapi kurban lain di Kalurahan Tirtonirmolo Kasihan, Ahmad Suroyo mengatakan permintaan sapi paling banyak datang dari masyarakat umum dan institusi di Kota Yogyakarta. Bahkan permintaan meningkat, tahun lalu berhasil menjual 148 ekor dan tahun ini 154 ekor dengan harga mulai Rp 19 juta - Rp. 27 juta.

Sedang peternak dari Kelompok Mandiri Mukti di Kasihan, Setyono mengatakan permintaan kambing meningkat jelang Hari Raya Idul Adha. Sejauh ini kelompok ternaknya sudah menjual 500 ekor dan menjelang hari H-Idul Adha nanti diprediksi bisa mencapai seribu ekor.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul Joko Waluyo SPt MSi mengatakan, pemeriksaan hewan kurban jelang Idul Adha terus digencarkan. Hal tersebut dilakukan supaya setiap hewan kurban yang disembelih di Bantul bebas PMK.

Data dari DKPP, hingga kini jumlah ternak yang terkonfirmasi positif PMK tembus 2.500 ekor. Sementara ternak yang berhasil sembuh mencapai 500 ekor dan ternak mati sebanyak 11 ekor. (Roy)

Kredit

Bagikan