Dana Insentif Nakes Diduga Dipotong, Kasus Ditangani Inspektorat Daerah

user
Agusigit 07 September 2022, 06:15 WIB
untitled

Krjogja.com - Kasus dugaan pemotongan dana insentif bagi tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas menangani pasien Covid-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wates kini sedang ditangani Inspektorat Daerah (Irda) Kulonprogo. Sebelumnya kasus tersebut ditangani Reskrim Polres Kulonprogo.

"Untuk kasus ini, LHPnya udah dikirim ke inspektorat mas. Nah, nunggu hasil temuan dari inspektorat ya mas," kata Kasat Reskrim Polres setempat, AKP Rakhmat Darmawan kepada wartawan, Senin (5/9).

Sementara itu Inspektur Daerah Kulonprogo, Drs Rudiyatno saat dikonfirmasi di Kantor Bupati mengatakan, dugaan kasus tersebut saat ini sedang dalam proses audit. "Sekarang masih proses audit. Kita membandingkan antara ketentuan dan pelaksanaannya seperti apa," kata Rudiyatno Selasa (6/9).

Kasus dugaan pemotongan dana insentif bagi nakes yang bertugas menangani pasien Covid-19 di RSUD Wates mencuat sejak Juli 2022 lalu dan sempat ditangani Polres Kulonprogo sebelum akhirnya dilimpahkan ke Inspektorat Daerah. Dalam kasus ini nakes penerima dana insentif Covid mengeluhkan adanya dugaan pemotongan dana. Dalih pemotongan untuk disalurkan kepada karyawan dan nakes lain yang tidak mendapat insentif.

"Memang di sana ada kebijakan (pemotongan), karena dalam praktiknya alokasi (dana insentif nakes) yang diberikan pusat belum bisa mengcover semua kepentingan pelayanan. Misalnya yang ada (penerima) tertera di sana ada dokter spesialis, dokter umum, perawat, praktiknya yang memberikan layanan kan lebih dari itu. Sampai saat ini kami masih melakukan audit," tegas Rudi lagi.

Terkait total dana insentif dan berapa banyak yang diduga dipotong, mantan Kepala Diskominfo Kulonprogo tersebut belum bisa mengungkapkan karena masih dalam proses audit yang telah berlangsung sejak awal Agustus lalu dengan jumlah terperiksa mencapai puluhan orang pegawai. Namun Rudi enggan menyebutkan jumlah pasti pegawai yang telah diperiksa.

"Kalau yang diperiksa banyak. Sampai puluhan," ungkapnya.

Sementara itu Pelaksana Harian Sekda setempat, Ir Bambang Tri Budi Harsono menegaskan, pemkab menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut kepada pihak terkait. Bambang minta semua pihak menunggu hasil audit oleh inspektorat daerah. "Saat ini penanganan dilakukan inspektorat daerah. Kami menghormati semua proses yang sedang berlangsung, kita tunggu saja hasilnya," tutur Bambang Tri.

Dirut RSUD Wates, Eko Budiarto mengatakan kasus tersebut sudah terselesaikan. "Intinya sudah ditangani inspektorat daerah," katanya. (Rul)-

Credits

Bagikan