Inovasi Mahasiswa KKN UAD Mengurai Sampah dengan Ember Tumpuk

user
ivan 08 September 2022, 02:30 WIB
untitled

BANTUL, KRJOGJA.com - Mahasiswa KKN Universitas Ahmad Dahlan (UAD) melakukan invoasi dalam mengurangi sampah organik yang ada di sekitar. Mereka memanfaatkan ember yang dibuat sedemikian rupa sehingga nantinya sampah yang terbuang dapat diolah menjadi pupuk. Apa yang dilakukan para mahasiswa ini sebagai bagian dari turut menyukseskan program Bantul Bersama atau Bantul Bersih Sampah 2025.

Mahasiswa KKN UAD unit V.D.III periode 96 ini yang beranggotakan Afriadin, Inayatul Khoeriyah, Arigoh Shafanissa, Eva Rahmayanti, Yesi Tania Yolanda, Anerta Sasa Agustina, Alvanda Dwiyan Prayudha, Masyari Arifin dan Aria Azizah Ahmad Ghani. Mereka didampingi Dr. Rochana Ruliyandari, S.E., M.Kes sebagai Dosen Pembimbing Lapangan

Dala mkegiatannya para mahasiswa memberikan pelatihan mengenai pembuatan dan pemanfaatan ember tumpuk dalam pengelolaan sampah organik di Dukuh Kuroboyo Kalurahan Caturharjo, Kapanewon Pandak. Pelatihan ini diselenggarakan pada Rabu (07/09/2022) lalu dengan pemateri dari Balai Penyuluhan Pertanian yang disampaikan Trias dan Maryadi yang kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh Saryono sebagai perwakilan petani milenial kalurahan Caturharjo mengenai pembuatan pestisida nabati.

“Harapannya pelatihan ember tumpuk ini dapat menjadi solusi dalam pengelolaan sampah organik selain pemanfaatan eco-enzyme sehingga kader sampah di Dukuh Kuroboyo dapat lebih maju lagi dari sebelumnya,” ujar Dukuh Kuroboyo, Suatmaji.

Pada pelatihan ini, pemateri langsung mempraktikkan pembuatan ember tumpuk. Setelah itu, penyampaian materi dilanjutkan dengan penjelasan pemanfaatan ember tumpuk dalam kehidupan sehari-hari.

Pada pemanfaatan ember tumpuk ini membutuhkan buah dan sayur yang hampir membusuk kemudian dibantu dengan adanya magot yang akan menghasilkan Pupuk Organik Cair (POC). Pupuk organik cair ini memiliki manfaat dalam menyuburkan tanah sehingga dapat digunakan untuk menyuburkan sayuran dan tanaman hias.

Penggunaan pupuk organik cair ini lebih ramah dalam segi lingkungan maupun kesehatan dibandingkan pupuk kimia. Sehingga penggunaan pupuk organik dapat diaplikasikan dalam penggunaan sehari-hari.

Kemudian acara dilanjutkan dengan penyerahan ember tumpuk dan composter bag kepada kader sampah Dukuh Kuroboyo yang diwakilkan Suatmaji oleh Kelompok KKN UAD periode 96 unit V.D.III. Nanntinya alat ini akan diletakkan di lahan Bank Sampah Dukuh Kuroboyo.

Dengan diadakannya pelatihan pembuatan dan pemanfaatan ember tumpuk serta pemberian composter bag dan ember tumpuk ini harapannya dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga masyarakat Kuroboyo dapat menyukseskan program Bantul Bersama dan membiasakan hidup bersih, sehat dan bebas sampah. (*)

Credits

Bagikan