Harga Stabil, Warga Jangan Takut Belanja di Pasar Tradisional

user
agus 07 September 2022, 18:10 WIB
untitled

SEMARANG, KRJogja.Com - Danramil 04 Gayamsari Semarang Mayor Inf Rahmatullah AR SE MM memastikan kenaikan harga BBM Perta Series (Pertalite dan Pertamax) belum berdampak pada kenaikan harga kebutuhan harga pokok, khususnya di pasar tradisional wilayahnya.

Hal ini diutarakannya usai mengecek kondisi harga-harga bahan pokok di wilayahnya, terutama Pasar Gayamsari, Rabu (7/9/2022).

"Dari hasil pantauan kami di lapangan bersama petugas pasar justru harga stabil. Memang ada kenaikan harga sayuran, namun menurut pedagang indikasinya bukan karena kenaikan BBM, melainkan karena menyesuaikan kenaikan harga pupuk dan sarana pertanian seperti obat-obatan. Kenaikannya hanya sekitar Rp 200 hingga Rp 500. Namun ada pula yang turun, seperti cabe keriting yang sebelumnya Rp 70 ribu kini menjadi Rp 65 ribu. Minyak curah juga stabil, sudah turun dari Rp 14 ribu menjadi Rp 12,5 ribu. Sudah hampir sebulan ini minyak curak tidak naik," ungkap Rahmatullah.

Agus pemilik warung kelontong di Pasar Gayamsari juga menyatakan harga-harga masih stabil pasca kenaikan BBM. "Bahkan telur ayam yang semula Rp 30 ribu kini Rp 27 ribu. Tepung terigu juga masih stabil. Karena itu kami berharap kepada masyarakat tidak terpancing isu kenaikan harga sehingga takut belanja ke pasar," tegas Agus.

Lehih lanjut Rahmatullah menyampaikan, masyarakat tak perlu khawatir, resah atau panik menghadapi dampak kenaikan BBM. "Stabilitas harga kebutuhan pokok ini karena stabilitas beaya transportasi. Jadi selama ini belum terjadi lonjakan kenaikan beaya trasportasi, sehingga harga masih stabil. Semoga kondisinini terus terjaga," ungkap Rahmatullah.

Danramil dalam Komunikasi Sosial dengan warga Tambakrejo usai sidak ke pasar-pasar juga berpesan agar masyarakat tidak konsumtif terhadap BBM. "Kalau bisa menggunakan motor yang lebih irit, maka jangan agau kurangi menggunakan mobil. Jaga pola konsumsi BBM. Selain itu warga juga harus bisa memanfaatkan lahan sekitar rumah untuk menanam tanaman konsumsi seperti cabe, terong dan lainnya. Ini lumayan efektif untuk efisiensi apabila terjadi lonjakan haega pangan," lanjutnya. (Cha)

Kredit

Bagikan